Tampilkan postingan dengan label PETERNAKAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PETERNAKAN. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 November 2015

DAUN KETELA POHON SANGAT BERMANFAAT UNTUK TERNAK

Ketersediaan pakan hijauan keberadaanya sangat penting dalam menunjang keberhasilan beternak kambing etawa. Banyak literatur yang sudah menjelaskan jenis-jenis hijauan apa saja yang bisa dimanfaatkan sebagai pakan kambing baik yang berasal dari rumput-rumputan maupun leguminosa. E F I memilih dan membudidayakan hijauan yang memiliki  kandungan nutrisi yang sangat baik dan produktivitasnya tinggi, sebagai pakan hijauan yang diberikan baik untuk jenis kambing unggul maupun kambing perah.  Berikut adalah hijauan yang kami budidayakan :

Daun Singkong (Manihot esculenta Crantz) : Daun singkong yang dimanfaatkan bisa berasal dari berbagai varietas singkong budidaya ataupun dari singkong karet, keduanya sangat mudah untuk dibudidayakan, hanya dengan menanam batangnya saja pada saat musim hujan mayoritas dapat tumbuh dengan baik.
Hasil penelitian Ravindran (1991) menunjukkan bahwa daun singkong mempunyai kandungan protein yang tinggi yaitu berkisar antara 16.7−39.9% bahan kering dan hampir 85% dari fraksi protein kasar merupakan protein murni, sedangkan bagian kulit dan onggok memiliki kandungan pati yang cukup tinggi, sehingga dapat dijadikan sebagai sumber energi. Liem et al. (1997) melaporkan dari 2.5−3 ton/ha hasil samping tanaman singkong dapat menghasilkan tepung daun singkong sebanyak 600−800 kg/ha. Lebih lanjut dijelaskan pemakaian tepung daun singkong dalam formulasi ransum dapat dijadikan sebagai sumber protein dan konsentrat pada kambing dan sapi perah (Khang et al. 2000).
Wanapat dan Knampa (2006) melaporkan hay daun singkong dapat menggantikan pemakaian bungkil kedelai pada sapi perah di daerah tropik. Selain  berfungsi sebagai sumber protein, daun singkong juga berperan sebagai anti cacing (anthelmintic) dan kandungan taninnya berpotensi meningkatkan daya tahan saluran pencernaan ternak terhadap mikroorganisme parasit. Ensilase merupakan salah satu cara pengawetan daun singkong sebagai pakan ternak (Hang 1998) dan efektif menurunkan kandungan sianida (HCN) pada ubi kayu setelah 3 bulan ensilase yaitu dari 289 mg/kg menjadi 20.1 mg/kg (Kavana et al. 2005).
Banyak peternak yang ragu dalam menggunakan daun singkong sebagai pakan kambing mengingat adanya kandungan sianida yang identik dengan racun. Selama ini tidak pernah ada kasus kerancunan di kandang EFI, caranya simple daun singkong sebelum diberikan terlebih dahulu dijemur/dilayukan atau didiamkan satu malam kemudian keesokan harinya diberikan.

SUKSES TERNAK DENGAN PAKAN DAUN KALIANDRA

Calliandra calothyrsus atau dalam bahasa Indonesia disebut tanaman kaliandra merupakan tanaman yang tumbuh liar atau semak yang biasa kita temui di daerah sekitar kehutanan maupun lereng-lereng bukit di nusantara Indonesia.
Tanaman ini memiliki tinggi hingga 8 meter. Kaliandra dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah sampai mencapai ketinggian 1.500 meter dari bawah permukaan laut. Selain dapat tumbuh dengan cepat, tanaman kaliandra berbintil akar jadi dapat menahan air dan tanah.
Karena kaliandra mempunyai kandungan protein kasar(PK) sekitar 20%, sehingga sangat baik sebagai pakan ternak kita. Jadi tanamlah tanaman ini.
kaliadra-sebagai-pakan-ternak
Kaliandra seperti yang kita ketahui merupakan tanaman multiguna karena mempunyai kegunaan yang bermacam-macam seperti:
  • Kaliandra sebagai pakan ternak yang berprotein tinggi
  • Sebagai tanaman penghijauan, mencegah erosi tanah, sumber kayu bakar
  • Sebagai tempat pertenakan lebah madu
  • Dan tentunya sebagai tanaman yang menyuburkan tanah.
Keunggulan dari tanaman Kaliandra
  • Tanaman kaliandra dapat tumbuh dengan baik pada tanah yang tidak begitu subur.
  • Dapat mencegah, mengurangi perkembangan dan pertumbuhan gulma.
  • Dapat tumbuh dan berkembang dengan cepat
  • Yang pastinya, kaliadra sangat disukai oleh ternak.
Kaliandra Tumbuh Dengan Baik Jika:
  • Kaliandra dapat tumbuh dengan baik pada kawasan dengan intensitas curah hujan rata-rata 700-4000 mm/tahun, namun dihindari tergenang air,
  • Tumbuh dengan baik pada ketinggian 400-1800 meter di atas permukaan laut.
  • Kaliandra dapat tumbuh pada bermacam-macam tipe tanah, pada tipe tanah asam, dan tanah yang tidak subur.
Hal yang perlu dipersiakan sebelum tanam:
Sebelum ditanam, perkecambahan biji kaliandra dapat di buat luka pada bagian lengkung biji, bias menggunakan pisau atau gunting kecil. Selanjutnya biji kalindra direndam dalam air panas sekitar 80 derajat celcius sekitar 1 menit. Biji kaliandra disemaikan dengan bagian yang telah dipotong ditaruh atau diletakkan di bawah.
Langkah-langkah Penanaman:
Persemian biji
Menggunakan Kantong persemaian
Waktu Yang Tepat Menanam Tanaman Kaliandra
Saat yang tepat untuk menanam kaliandra yaitu waktu mulai musim hujan, dan tanah telah dipersiapkan (1 kali cangkul dan 1 kali garu).
Jarak Untuk Menanam Tanaman Kaliandra
  • Sebagai kebun tunggal , jarak tanam 2 x 0.5 m atau 1 x 1 m
  • Sebagai pagar hidup, jarak tanam tanaman kaliandra 0,5 m
  • Sebagai padang gembala jarak tanam 2 x 8 m
Penggunaan Pupuk
Pupuk yang digunakan dikondisikan atau disesuaikan dengan keadaan lahan. Untuk tipe tanah yang tidak begitu subur, pupuk yang digunakan sekitar 300 Kg/hektar/tahun untuk proses pertumbuhan   yang baik pada tanaman kaliandra.
Panen Dan Produksi
Waktu Yang Tepat untuk memanen pertama
Tanaman kaliandra dapat tumbuh secara cepat setelah tanam dan terlihat toleran terhadap pomotongan. Untuk panen awal, tanaman kaliandra dapat dipotong pada ketinggian sudah mencapai 3-5 meter, setalah mencapai satu tahun biasanya sudah bisa untuk panen tahap pertama.
Jarak Panen
Jarak panen tanaman kaliandra yaitu sekitar 12 minggu sekali.
Cara memanen dan Tinggi Potong
Cara memenen tanaman kaliandra dengan memangkas atau memotong bagian tanaman serata mungkin dan pada ketinggian tertentu. Pada tahap awal pemanenan kaliandra dipotong setinggi 75cm dan seterusnya pada tinggi potong 100cm, dan jangan ada pemotongan batang utama secara berulang.
Produksi Hijauan
Hasil dari tanaman kaliandra dengan jumlah 10.000 tanaman/hektar akan dapat menghasilkan hijauan sebesar 10 ton per hektar/12minggu.
Pemanfaatan Tanaman Kaliandra Sebagai Pakan Ternak
Daun Kaliandra sebagai pakan ternak bisa dimanfaatkan pada dua macam tipe ternak yaitu:
  • Hewan ruminansia (sapi, kambing, domba, dll) atau hewan mamahbiak: Daun tanaman kaliandra diberikan dalam bentuk segar dengan persentase kurang dari 100%
  • Hewan Ternak Unggas seperti ayam, itik: daun kaliandra diberikan dalam bentuk tepung daun dan bisa dicampur dengan pakan unggas lainnya dengan persentase 3%.
Pemberian Kaliandra Pada Ternak
NoSatatus TernakRumput (%)Hijauan Kaliandra (%)
1Sedang Tumbuh6040
2Betina Dewasa7525
3Betina Bunting6040
4Betina Menyesui5050
5Penjantan pemacek7525
Contoh:
Seokor sapi betina bunting, dengan berat badan 300Kg, pakan yang diberikan maksimal yaitu 30Kg. Oleh karena itu jumlah pakan yang diberikan 60% yaitu 18Kg, sedangkan 40% pakan hijauan kaliandra adalah 12Kg.
Tanaman kaliandra bisa dimanfaatkan 50% sebagi pengganti hijauan atau rumput untuk sapi. Dan untuk ternak domba dapat mencapai 30%. Daun kaliandra ini bisa dikasih kepada sapi atau ternak kita, sebelum maupun sesudah makan kosentrat atau pakan tambahan.

MANFAAT GAMAL KLERESEDE UNTUK BASMI ALANG-ALANG, PENYUBUR TANAH, PAKAN TERNAK DLL.

Lahan yang sudah ada alang-alangnya tentu akan sangat sulit diolah, karena alang-alang tergolong rumput yang sangat bandel.  Untuk mengatasi Alang-Alang ada tanaman yang sangat berguna dan mampu nenyuburkan tanah yaitu Gamal.  Nama Gamal sendiri berasal dari Akronim Ganyang MatiAlang-alang.  Penanamannya juga cukup mudah tinggal tancap saja Gamal akan tumbuh dengan baik. 
Tanaman Gamal terbukti sangat ampuh untuk membasmi Alang-alang secara alami, tanpa obat atau herbisida.  Gamal punya nama ilmiah Gliricida sepium yang nama lokalnya adalah gamal, klereside atau cebreng
  
Gamal mampu hidup di kondisi lahan ekstrim dan Daun gamal yang cepat rimbun itu akan menutup  alang-alang sehingga sinar matahari terhalang masuk.  Pada kondisi seperti itu pertumbuhan alang-alang yang memang rakus sinar matahari akan tertekan, kemudian secara perlahan-lahan akan mati. Di bawah tanah, akar gamal mengeluarkan zat tertentu yang bersifat menghambat akar alang-alang. Maka, alang-alang di atas tanah maupun di bawah tanah akhirnya mati.
Tanamnan Gamal diperkirakan berasal dari benua amerika tepatnya di Meksiko. Pada abad ke-16, oleh orang-orang Spanyol, gamal dibawa ke Puerto Rico, Trinidad dan melalui lautan Fasifik sampai di Filipina. Lalu ke Srilanka, India, Thailand, Malaysia, hingga Indonesia.
Manfaat gamal, yang paling penting adalah sebagai penyubur tanah pada daerah tandus.  Daunnya yang gugur setelah melapuk merupakan sumber pupuk organik yang bagus karena mengandung unsur N, P, K dan Ca.
Sebagai tanaman pelindung, gamal memiliki sistem perakaran yang dalam, lebat dan kuat sehingga dapat menahan tanah dari kikisan air hujan atau menahan erosi. Bahkan mampu menahan empasan gelombang pasang di daerah pesisir. 

Gamal merupakan tanaman pelindung yang daunnya biasa diberikan sebagai hijauan pakan ternak ruminansia karena memiliki nilai nutrisi yang tinggi (kandungan protein 18-30%) dan kecernaan tinggi (70%). Di samping itu daun dari tanaman ini ternyata juga mempunyai bahan aktif kumarin yang bersifat insektisida, rodentisida dan bakterisida.

Gamal juga bermanfaat sebagai bahan ramuan tradisional. Serbuk daun, kulit batang dan biji gamal jika dicampurkan pada nasi atau umpan lainnya akan mampu membunuh tikus. Ekstrak daun gamal dengan air dan petrolium ether juga dapat membunuh rayap. Air rebusan daun gamal jika dioleskan pada badan anjing, kambing atau sapi mampu membunuh kutu. Pada manusia, daun gamal bisa digunakan untuk menghilangkan rasa pegel dan jamur di kulit.

DAUN TURI SERBA GUNA SEBAGAI PAKAN TERNAK

Untuk menghemat biaya pakan merupakan hal sangat penting di dalam usaha peternakan, karana pakan merupakan factor biaya produksi yang mencapai 70-80%. Sehingga kita sebagai peternak sangat butuh pengetahuan tentang bahan pakan yang lain yang tersedia di lingkungan kita.
Pohon turi sebagai pakan ternak, mempunyai potensi yang sangat bagus untuk ternak baik ternak ruminansia (seperti sapi, kambing, domba, dll) maupun non-ruminansia. Karena pohon turi ini memiliki kadar Protein Kasar (PK) yang tinggi untuk nutrisi ternak, sehingga ternak kita cepat gemuk, dan produksi susu ternak akan meninggkat.
Tapi dibalik keunggulannya, pohon turi ini mempunyai zat antinutrisi yang berbahaya bagi ternak, sehigga kita perlu mengolahnya terlebih dahulu sebelum diberikan.turi sebagai pakan ternak
Tanaman Turi atau dalam bahasa latin Sesbania grandiflora syn. Aeschynomene grandiflora adalah tanaman kecil, tanaman turi dapat mencapai ketinggian10 m. Turi diperkirakan berasal dari Asia Selatan dan Asia Tenggara. Namun sekarang sudah menyebar ke berbagai kawasan iklim tropis di dunia.
Pohon turi tidak berusia panjang, dapat tumbuh dengan cepat, mempunyai akar yang dangkal, dan memiliki cabang cabang yang menggantung. Tanaman turi berupa tanaman pohon dengan cabang yang jarang, kemudian mendatar, batang utamanya tegak, tajuk cenderung meninggi, dan memiliki daun majemuk. Pohon turi memiliki mahkota putih, jenis kupu-kupu Faboideae, buahnya polong, dan menggantung. Untuk lebih jelas dapat dilihat dari gambar.
Dibebarapa daerah di Indonesia, untuk sunda dan jawa biasa disebut turi, daerah Madura disebuttoroi, masyarakat gorontalo menyebut uliangogorgua untuk disebut oleh masyarat Buol, Palawu oleh masyarakat bima, tanunu (Sumba), Sedangkan masyarakat Ternate dan Tidore menyebut pohon turi ini adalah Tun.
Ciri-Ciri Pohon Turi
Batang
Pohon turi mempunyai sedikit cabang, dengan tinggi antara 8-15 meter, dan diameter sekitra 25-30 cm, kulit luar batangnya bewarna abu-abu kehitaman, kasar, mempunyai retakan vertical yang panjang selebar 1-2 cm. Kulit kayu bila ditoreh akan mengeluarkan lender kuning kemerahan.
Daun
Daunya turi majemuk menyirip sepanjang 30 cm, dengan jumlah anak daun genap atau berpasangan, sekitar 20-50 anak daun per tangkai. Bentuk daunnya lonjong atau oval.
Bunga
Bunga Daun Turi mempunyi bentuk seperti tandan, muncul pada ketika ketiak daun, kelopak daun seperti bulan sabit, dan mahkota bunga menggantung berbentuk semacam lonceng. Jika kita bedakan jenis atau varietasnya, mahkota bunga turi dapat kita bagi dua tipe yakni berwarna putih dan berwarna merah.
Buah
Polongnya poho turi menggantung berbentuk ramping, dan lurus, dengan ujung meramping. Ukuran panjang polong sekitar 30-50 cm, dengan lebarnya 1-1,5 cm. Saat buahnya masih muda buahnya berwana hijau, dan selanjutnya setelah menua, buahnya bewarna kuning.
Pesebaran:
Pohon turi bisa tumbuh dengan baik pada ketinggian 0,1-1000 meter diatas permukaan laut. Biasanya buahnya kurang bagus jika hidup lebih dari ketinggian itu. Dapat berkembang pada berbagai macam tekstur tanah dan drainase yang tidak bagus. Pohon turi berkembang dengan banyak dengan steak batang atau biji.
Pohon Turi Sebagi Pakan Ternak
Pohon turi sangat disukai oleh ternak, dan batang daunnya dapat berkembang dengan cepat setalah dipotong berulang-ulang. Jika kita menaman dalam 1 hektar tanah, dapat menghasilkan 20 ton Bahan kering per tahun. Cukup banyak kan?
Hal yang sangat potensial sebagai pakan ternak adalah pohon turi mempunyai kadar protein kasar(PK) 36% dalam betuk segar, PK 27%,serat kasar (SK) 14% dalam bentuk tepung, dan mempunyai energi lebih banyak dibandingkan dengan kalandra, lamtoro, dan gamal. Pohon turi sangat baik diberikan pada ternak pada akhir kehamilan dan awal laktasi (produksi susu setelah melahirkan). Sehingga pertumbuhan anak ternak dapat bekembang dengan baik, dan mencegah angka kematian anak ternak.
 Jika kita berikan 2 Kg pada domba bisa menaikkan berat badan 300% dibandingkan dengan rumput gajah saja. Hal ini hampir sama jika kita berikan pada sapi sebanyak 2 kg yang kita campur dengan jerami dengan pemberian ransum yang sempurna.
 Cara Pemberian Pakan Pada Ternak
Kita dapat memberikan daun turi pada ternak bisa dalam bentuk segar atau yang menjadi tepung, yang kemudian dicampur dengan bahan pakan ternak. Pada sapi dapat diberikan secara langsung.
Daun turi yang telah kering, kemudian digilling menjadi tepung dapat digunakan sebagai bahan campuran pakan ternak atau kosentrat .
turi sebagai pakan ternak
Tujuan daun pohon turi dijemur adalah untuk mengurangi kadar air sehingga mudah digiling, dan mengurangi zat sponin yang berbahaya bagi ternak. Pada ternak punyuh, daun turi dapat dipakai sebagai peganti bungkil kedelai sampai 45%.

Pohon Turi mempunyai zat racun sponin yang tinggi, jadi akan berbahaya bagi ternak, terutama pada ayam. Sponin mempunyai ras pahit. Zat sponin memiliki efek menurunkan konsumsi ransum, karena rasa pahit, terjadinya iritasi pada oral mocusa, dan saluran pencernaan Zat Anti Nutrsi Pada Pohon Turi.

DAUN LAMTORA HIJAUAN PAKAN TERNAK DENGAN KWALITAS TINGGI

Lamtoro sudah lama dimanfaatkan oleh masyarakat di pedesaan sebagai hijauan makanan ternak (HMT) tetapi sejauh mana efektifitasnya terhadap pertumbuhan ternak masih kurang banyak diketahui. Secara umum daun Lamtoro termasuk pakan hijauan yang sangat disukai ternak dalam arti daya palatabilitasnya tinggi serta memiliki kandungan protein kasar yang tinggi pula yaitu sekitar 24% – 30%. Dan kandungan serat kasar antara 12% - 20%. Sehingga memang hijauan ini layak digunakan untuk pakan ternak ruminansia.


Lamtoro, petai cina, atau petai selong menurut definisi dari wikipedia adalah sejenis perdu dari suku Fabaceae (Leguminosae, polong-polongan), yang kerap digunakan dalam penghijauan lahan atau pencegahan erosi. Berasal dari Amerika tropis, tumbuhan ini sudah ratusan tahun diperkenalkan ke Jawa untuk kepentingan pertanian dan kehutanan, dan kemudian menyebar pula ke pulau-pulau yang lain di Indonesia. Tanaman ini di Malaysia dinamai petai belalang.
Siregal (1996) menyatakan bahwa, hijauan lamtoro memiliki kandungan zat gizi seperti PK: 24,2%, BK: 24,8%, lemak: 3,7%, SK: 21,5%, dan BETN: 43,1%. Sedangkan Polo (1985) menyatakan bahwa toleransia berbagai jenis ternak terhadap lamtoro adalah berkisar antara 40-60%. Lamtoro mempunyai zat gizi yaitu PK: 36,80%, Lemak: 1,4%, sebagai sumber protein yang di sukai oleh ternak.
Lamtoro


Tumbuhan ini dikenal pula dengan aneka sebutan yang lain seperti pĕlĕnding, peuteuy sélong (Sd.); kemlandingan, mètir, lamtoro dan lamtoro gung (lamtoro besar; untuk varietas yang bertubuh lebih besar) (Jw.); serta kalandhingan, lantoro (Md.). Nama-namanya dalam pelbagai bahasa asing, di antaranya: petai belalang, petai jawa (Mly.); lamandro (PNG); ipil-ipil, elena, kariskis (Fil.); krathin (Thai); leucaena, white leadtree (Ingg.); dan leucaene, faux mimosa (Prc.). Nama spesiesnya, leucocephala (='berkepala putih') mengacu kepada bongkol-bongkol bunganya yang berwarna keputihan. (Wikipedia.com)

Manfaat tanaman ini telah banyak dilaporkan, yakni sebagai tanaman pioner, pupuk hijau (penyubur tanah), bahan bangunan, tanaman pinggir jalan,sebagai tanaman pelindung (untuk tanaman cacao), pagar hidup, tanaman pendukung (untuk tanaman vanili dan merica), sebagai pembasmi tanaman herba lalang-alang), pencegah erosi,bahan baku pembuat kertas,bahan bakar dan sebagai sumber hijauan makanan ternakyang berprotein tinggi. Sebagai sumber hijauan makanan ternak, tanaman ini belum dimanfaatkan secara optimal. Demikian juga tanaman ini belum banyak dikomersialkan sebagai hijauan makanan ternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi hijauan tanaman lamtoro dapat mencapai 20 ton bahan kering/ha/tahun dengan total produksi protein kasar sebesar 3 ton/ha/tahun. Hasil penelitian menunjukkan kandungan nutrisi lamtoro hampir sama dengan glisiridae. 

Kandungan Nutrisi Daun Lamtoro
Susetyo (1969) menyatakan bahwa, Tanaman lamtoro berbentuk pohon mencapai ketinggian 10-50 m dan memiliki sistem perakaran yang cukup dalam, daun kecil-kecil, bentuk lonjong sedangkan bunganya bertangkai dan warnanya kekuningan. Daun tanaman lamtoro untuk makanan ternak kambing dan memiliki protein yang tinggi dan diberikan dalam bentuk segar juga diberikan dalam bentuk campur dengan bahan pakan yang lain untuk melengkapi protein dan energy. Sedangkan daun lamtoro yang dapat diberikan kepada ternak sebanyak 10-40%. Lamtoro memiliki daun dan ranting yang disukai ternak, tanaman lamtoro mempunyai daya palatabilitas (tingkat kesukaan) yang tinggi dan kandungan nilai prtotein kasar (PK) : 38,58%, bahan kering (BK) : 29,66%, lemak: 3,50%, serat kasar (SK) : 11,96%, BETN: 46,01%, Abu: 7,79%, Mineral: 7,98%, EM: 19,67 kkal.


Tepung Daun Lamtoro Kurang Bagus Untuk Pakan Unggas
Penggunaan lamtoro bisa menekan pertumbuhan broiler dan produksi telur pada layer. Nilai nutrisi yang rendah dari lamtoro karena adanya mimosin. Lamtoro mengandung mimosin sebesar 3-5 % BK, tetapi juga mengandung senyawa antinutrisi lain termasuk protease inhibitor, tannin dan galactomannan.

Karena adanya mimosin ini penggunaan lamtoro dalam ransum non ruminansia sebesar 5-10 % tanpa menimbulkan gejala toxicosis (keracunan). 

Efek yang merugikan dari mimosin, yaitu menurunkan pertumbuhan dan menurunkan produksi telur dan merontokkan bulu unggas. Puyuh muda lebih sensitif dari pada puyuh dewasa.
Lebih disarankan penggunaan tepung daun lamtoro kering (bahan kering) tidak lebih 2% khusus pada puyuh petelur. Karena dengan penambhan 2% saja efek positif tepung daun lamtoro sudah terlihat akan skor warna kuning telur (yolk) yang berwarna kuning tua dan cerah (ini sangat disenangi konsumen).

Karena memang kandungan karotenoid (karotenoid = bagus meningkatkan skor warna kuning telur dan kulit daging pada ayam) yang tinggi pada tepung daun lamtoro tersebut, juga sisi positif tepung daun lamtoro yang lain kandungan proteinnya yang cukup tinggi sekitar 18 -23% bahan kering.

Jadi tepung daun Lamtoro bisa digunakan untuk pakan unggas tetapi dengan prosentase yang kecil, karena jika terlalu banyak bahkan kurang bagus karena adanya kandungan mimosin yang bisa mengganggu produksi telur dan merontokkan bulu unggas.

Satu lagi, tepung daun Lamtoro bisa juga dijadikan tambahan untuk pakan lele, tentunya dengan dibuat berujud pelet terlebih dahulu dengan campuran bahan lain agar lebih efektif pemakaiannya. Karena kalau masih berwujud tepung maka akan banyak yang terbuang percuma.

KALOPOGONIUM ADALAH HIJAUAN PAKAN ISTIMEWA

KALOPOGONIUM/KACANG ASU (CALOPOGONIUM MUCUNOIDES)

 Klasifikasi

Divisi          : Spermatophyta              
Klass          : Dicotyledoneae                         
Ordo          : Leguminales
Family         :Leguminaceae      
Genus         : Callopogonium      
Spesies       : Callopogonium muconoides 


Deskripsi dan Ciri-Ciri
Terna yang tumbuh cepat, dengan menjalar, membelit atau melata. Panjang hingga beberapa meter, membentuk sekumpulan daun yang tak beraturan dengan ketebalan 30-50 cm, dengan batang padat berrambut-rambut.Berdaun tiga, panjang tangkai daun hingga 16 cm. Daun berbentuk menjorong, membundar telur atau mengetupat-membundar telur, bagian lateral menyerong, kedua permukaan menggundul. Bunga tandan lampai, panjang hingga 20 cm, bunga dalam fasikulum berjumlah 2-6, berwarna biru atau ungu. Polong memita-melonjong, lurus atau melengkung, dengan rambut coklat kemerahan diantara biji, biji berjumlah 3-8. Biji berbentuk persegi padat dengan panjang 2-3 mm, berwarna kekuningan atau coklat kemerahan
- See more at: http://spycounter.blogspot.co.id/2013/11/kalopogoniumkacang-asu-calopogonium.html#sthash.bO41C509.dpuf

CARA MEMBUAT TAPE JANGGEL JAGUNG UNTUK PAKAN ALTERNATIF TERNAK

images (1)
                Didaerah bahan ini adalah sampah yang biasanya dibuang dan dibakar, biasa di sebut limbah pertanian, namun dibalik itu menpunyai potensi bagus untuk diolah menjadi pakan ayam kampung kita, namun tentu saja dengan diolah terlebih dahulu sebelum di gunakan sebagai campuran pakan jadi (siap saji).
Cara pengolahan tidak jauh berbeda dengan cara pengolahan lain dan bisa juga di tambahkan bahan lain,  proses pengolahan ini yaitu dengan di fermentasi, proses ini selain meningkatkan kandungan namun juga lebih memudahkan dalam tercenanya jenis pakan ini oleh ayam kampung kita, adapun caranya sebagai berikut :
  1. Janggel jagung
  2. Em4 peternakan
  3. Ragi tape/tempe (bisa juga ragi fermentasi jerami) / Trichoderma
  4. Molase/tetes tebu
  5. Cairan Rumen sapi
  6. Plastik lebar
Cara I :
Janggel jagung hasil ikutan dari tanaman jagung yang telah diambil bijinya dan merupakan limbah padat disebut janggel jagung. Janggel jagung dicacah dengan menggunakan chooper.
Cairan rumen. Ternak sapi yang baru dipotong dipisahkan bagian perutnya, kemudian bagian perut sapi dibelah menggunakan pisau. Isi yang ada dalam perut sapi dikeluarkan khususnya pada bagian rumen. Isi rumen tersebut diperas menggunakan kain kasa untuk diambil cairan rumennya dan disimpan didalam termos. Cairan rumen siap digunakan untuk biodekomposer pada janggel jagung fermentasi. Pengenceran cairan rumen untuk 1 kilo janggel jagung yaitu 300 ml cairan rumen dicampur dengan air sebanyak 500 ml.
EM-4.  Untuk mengembangkan EM-4, 1 liter EM-4 diencerkan dengan 25 liter air, ditambah dengan gula sebanyak 150 gram dan urea sebanyak 10 gram didiamkan selama 1-2 hari. Dengan dosis penggunaan 5 ml per kilo janggel jagung.
Trichoderma. Pengenceran trichoderma untuk 1 kilo janggel jagung adalah 4 gram trichoderma dicairkan pada 500 ml air.
Dedak padi. Setiap perlakuan fermentasi diberikan dedak sebanyak 5% dari berat bahan pakan.
Molases. Setiap perlakuan fermentasi diberikan molases sebanyak 3% dari berat bahan pakan.

Proses Fermentasi
Fermentasi dilakukan dalam kantong plastik. Langkah-langkah proses fermentasi yaitu mencacah janggel jagung menggunakan chooper hingga kecil-kecil, kemudian janggel jagung ditimbang sebanyak 1 kilo per unit percobaan. Perlakuan pertama janggel jagung tanpa fermentasi (kontrol), perlakuan kedua menggunakan cairan rumen yang sudah diencerkan sebanyak 800 ml/kg ditambah dedak padi 5% dari berat pakan dan molases sebanyak 3% dari berat bahan pakan, perlakuan ketiga menggunakan EM-4 yang sudah diencerkan sebanyak 5 ml/kg ditambah dedak padi 5% dari berat pakan dan molases sebanyak 3% dari berat bahan pakan, dan perlakuan keempat menggunakan trichoderma sebanyak 500ml/kg ditambah dedak padi 5% dari berat pakan dan molases sebanyak 3% dari berat bahan pakan.
Cairan rumen, EM-4 dan Trichoderma disiramkan pada janggel jagung hingga merata kemudian ditambahkan dedak padi sebanyak 5% dan molases 3% pada masing-masing fermentasi dan diaduk hingga rata. Setelah masing-masing tercampur, kemudian dimasukkan pada kantong plastik. Fermentasi berlangsung selama 3 minggu.

Kandungan Gizi Janggel Jagung
Hasil analisis kandungan janggel jagung
  • Kadar air :            59,21 %
  • Bahan Kering :   40,79 %
  • Protein kasar :   3,25 %
  • Lemak kasar :     0,33 %
  • Serat kasar :       29,89 %
  • Abu :                    1,49 %
  • BETN :                   65,04 %
  • TDN :                    46,68 %
Hasil Janggel Jagung Fermentasi
  • Kadar air :            45,75 %
  • Bahan Kering :   54,25 %
  • Protein kasar :   3,99 %
  • Lemak kasar :     0,52 %
  • Serat kasar :       31,15 %
  • Abu :                     2,04 %
  • BETN :                   62,30 %
  • TDN :                     48,63 %
Hasil pengkajian diatas dilaporkan oleh AMALI et al., (2003)
Cara II
Cara ini adalah sebagai penyempurnaan atas cara pertama yang membutuhkan waktu relatif lama, namun demikian tentu mempunyai tambahan peralatan dan tidak murah harganya
  1. Janggel jagung
  2. Hammer mill (bisa diganti parut kelapa duduk dengan mesin)
  3. Dandang (pengukus)
  4. Ragi tape/tempe (bisa juga ragi fermentasi jerami)
  5. Em4 peternakan
  6. Molase/tetes tebu
  7. Plastik lebar
Cara dan takaran sama hanya saja di sini bahan jangel yang sudah lembut (bentuk seperti dedak/polard) dikukus dalam air panas yang sudah mendidih selama kurang lebih 45 menit sd 1 jam, lama waktu pengukusan dikarenakan bila menggunakan hammer mill gabus tengah janggel ikut serta jadi butuh waktu lebih banyak supaya lebih lunak,
Setelah bahan dikukus lalu dinginkan campur dengan molases em4 ragi tape (ragi fermentasi jerami) diamkam 3-4 hari dalam tempat tertutup (diungkep seperti pembuatan tempe) dalam plastik, tanda tanda jadi warna kecoklatan baunya asam (khas tape) lunak.

LIMBAH PASAR SEBAGAI PAKAN ALTERNATIF HJAUAN UNTUK TERNAK

Produktivitas ternak sangat dipengaruhi oleh ketersediaan pakan, baik secara kualitas maupun kuantitas. Lahan padang rumput diperkotaan banyak dikonversi untuk perumahan, sehingga perlu dicarikan alternatif pengganti hijauan salah satu alternatif tersebut adalah limbah sayuran yangsangat banyak tersedia di pasar.
Ada beberapa jenis limbah sayuran pasar dapat digunakan sebagai pakan ternak ruminansia diantaranya adalah bayam, kangkung, kubis, kecamba kacang hijau,daun kembang kol, kulit jagung, klobot jagung dan daun singkong. Limbah sayuran pasar yang dominan ada di pasar antara lain kol, caisim, daun kembang kol, kulittoge, serta sawi putih. Sedangkan kulit jagung sudah banyak dipergunakansebagai pakan langsung (tanpa proses pengolahan) oleh beberapa peternak kambingmaupun sapi.
Limbah sawi
Jenis limbah sawi yang banyak di pasaran yaitu limbah sawi hijau/caisim dan sawi putih. Sawi memiliki kadar air yang cukup tinggi, mencapai lebih dari 95%,sehingga umumnya sawi cenderung lebih mudah untuk diolah menjadi asinan. Jika akan diolah menjadi silase, terlebih dahulu sawi harus dilayukan/dijemur atau dikering-anginkan untuk mengurangi kadar airnya. Nilai energi dan protein kedua jenis sawi ini setelah ditepungkan hampir sama, berada pada kisaran 3200 – 3400kcal/kg dan 25 – 32 g/100g.

Limbah kol
Limbah kol yang didapatkan di pasar, merupakan bagian kol hasil penyiangan. Limbah kol di Pasar Induk Kramat Jati, dapat mencapai 17,2% dari total jumlah kol yang masuk setiap hari. Kol juga termasuk sayuran dengan kadar air tinggi(> 90%) sehingga mudah mengalami pembusukan/kerusakan.

Limbah kulit kecambah taoge
Kulit kecambah taoge pada umumnya menjadi limbah di pasar-pasar tradisional. Belum banyak orang yang memanfaatkan kulit kecambah taoge, hanya sebagian kecilorang yang memanfaatkan kulit kecambah taoge untuk campuran pakan itik. Dariberbagai jenis limbah organik pasar yang pernah digunakan dalam pengkajian tepung limbah organik pasar, kulit toge merupakan jenis limbah yang paling berpotensi untuk dibuat menjadi tepung limbah. Pengeringan dengan menggunakan sinar matahari hanya membutuhkan waktu rata-rata 2 hari, dengan kadar air 65 –70%. Dari hasil analisa, tepung kulit kecambah toge dapat menjadi salah satupakan sumber energi, dengan kandungan energi metabolis sebesar 3737 kcal/kg.

Limbah daun kembang kol
Daun kembang kol merupakan bagian sayuran yang umumnya tidak dimanfaatkan untukkonsumsi manusia. Meski demikian, hasil analisa menunjukkan bahwa tepung daunkembang kol mempunyai kadar protein yang cukup tinggi, yaitu 25,18 g/100g dankandungan energi metabolis sebesar 3523 kcal/kg.

Limbah jagung
Limbah pasar yang berasal dari jagung ada dua macam, kulit jagung dan tongkol jagung/janggel. Kulit jagung manis mempunyai kadar gula yang cukup tinggi, sehingga berpotensi untuk dijadikan silase. Sedangkan tongkol jagung/janggel merupakan bagian dari buah jagung setelah bijinya dipipil. Limbah jagung pada umumnya mempunyai kelemahan kadar protein yang cenderung rendah serta seratkasar yang cenderung tinggi. Untuk mengatasi kelemahan tersebut, limbah jagungsesuai untuk diolah menjadi silase.

Limbah sayuran akan bernilai guna jika dimanfaatkan sebagai pakan melalui pengolahan. Hal tersebut karena pemanfaatan limbah sayuran sebagai bahan pakan dalam ransum harus bebas dari efek anti-nutrisi, terlebih toksik yang dapatmenghambat pertumbuhan ternak yang bersangkutan. Limbah sayuran mengandung antinutrisi berupa alkaloid dan rentan oleh pembusukan sehingga perlu dilakukanpengolahan ke dalam bentuk lain agar dapat dimanfaatkan secara optimal dalamsusunan ransum ternak dan dapat disimpan dalam kurun waktu yang cukup lama sebagaicadangan pakan ternak saat kondisi sulit mendapatkan pakan hijauan.

Pengolahan limbah sayuran menjadi tepung merupakan salah satu upaya untuk memperpanjang masa simpan, dimana kandungan kadar airnya rendah sehingga aktivitas air yaitu jumlah air bebas yang dapat dimanfaatkan oleh mikroorganisme sedikit jumlahnya. Hampir semua jenis limbah sayuran dapat diolah menjadi tepung.

Pengolahan bahan pakan menjadi silase. Silase merupakanbahan pakan dari hijauan pakan ternak maupun limbah pertanian yang diawetkanmelalui proses fermentasi anaerob dengan kandungan air 60 – 70%. Kadar airbahan yang akan diolah menjadi silase tidak boleh terlalu rendah maupun terlalutinggi. Untuk bahan-bahan yang memiliki kadar air cukup tinggi (> 80%),perlu dilakukan pelayuan, penjemuran atau dikering-anginkan terlebih dahulusebelum proses pembuatan silase dimulai untuk menurunkan kadar airnya.

Wafer pakan dibuat dengan menggunakan teknik pengepresan dengan mesin kempa dengan bantuan panas dan tekanan. Komposisi zat makanan dibuat menyerupai komposisi hijauan pakan sehingga diharapkan dapat disukai ternak(palatable) sehingga dapat diberikan dengan maksimal dan dapat mengatasi kelangkaan hijauan pada musim kemarau. Berdasarkan hasil penelitian  memanfaatkan wafer yang komposisinya berasal dari tiga jenis limbah sayuran (klobot jagung, kulit ari kecamba toge, dan daun brokoli) menghasilkan pertambahan berat badan domba sebesar domba sebesar 137,30 g/hari/. Hal ini membuktikan bahwa pakan wafer berpengaruh baik terhadap performans ternak domba penggemukan.

Pemanfaatkan limbah sayuran pasar sebagai pakan ternak dapat menjamin ketersedian hijauan dimusim kemarau, peternak tidak membutuhkan waktu dan tenaga untuk mencari rumput  dan dapat membantu pemerintah dalam mengatasi masalah sampah.


Sebagai wujud kepedulian lingkungan tidak adasalahnya kita mencoba mengolah sampah sebagai bahan pakan ternak kita . Mencobabisa dimulai dari quota sedikit dulu . Membuat pakan dari sampah di mulai dengan pemisahan sampah organik dan anorganik, dilanjutkan dengan pencacahan,fermentasi, pengeringan, penepungan, pencampuran, dan pembuatan pelet. Pemisahan sampah organik dari sampah anorganik dimaksudkan agar sampah yang diolah hanyayang dapat dicerna oleh ternak serta menghindarkan ternak dari mengkonsumsi bahan-bahan beracun atau yang mengandung logam berat. Pemisahan sebaiknya dapat dilakukan di tingkat produsen sampah (pasar atau rumah tangga). Oleh karenaitu, untuk program massal perlu disediakan tempat sampah organik dan anorganikdi tingkat produsen sampah. Sampah dari rumah sakit dan pabrik yang banyakmengandung logam berat atau bahan beracun seyogianya dihindari.

Sampah organik yang telah terpisah dari bahan lain selanjutnya dicacah denganalat atau mesin pencacah agar bentuknya lebih kecil dan untuk memudahkan fermentasi.
Fermentasi dimaksudkan untuk meningkatkan kandungangizi dan nilai cerna sampah karena kandungan gizi sampah umumnya rendah tetapi serat kasarnya relatif tinggi.
Fermentasi dilakukan dengan menggunakan inokulan bakteri dan cara yang tepatagar diperoleh produk yang bermutu tinggi.
Setelah difermentasi, sampah dikeringkan dengan dijemur lalu digiling hingga menjadi tepung. Selanjutnya tepung sampah ditambah bahan lain termasuk enzimdan diaduk dalam mesin pencampur, sehingga diperoleh pakan komplit yang sesuai dengan kebutuhan ternak. Apabila diperlukan, semua bahan yang sudah tercampurdibentuk pelet. Pelet pakan ternak dapat disimpan hingga 6 bulan. Idealnya ransum komplit diberikan sekitar 3% dari bobot hidup ternak per hari. Denganjumlah pakan tersebut, sapi tidak lagi memerlukan HMT atau rumput. Namun sebagian petani ternyata masih memberikan rumput. Sebagai contoh,jika ternak diberi pakan komplit 1,5% dari bobot hidup per hari, peternak tinggal memberirumput 50% dari kebutuhan semestinya.

Keuntungan Ekonomi
Hasil penelitian Balai Pengkajian Teknologi Pertanian ( BPTP ) Bali menunjukkan bahwa penggunaan pakan komplit berbahanbaku sampah sebanyak 1,5% dari bobot badan pada sapi bali selama 5 bulan,memberikan pertambahan bobot badan rata-rata 650 g/hari. Secara ekonomis pemanfaatan sampah untuk pakan ini sangat prospektif mengingat bahan dan biaya produksinya relatif murah, sedangkanefeknya terhadap pertumbuhan sapi cukup baik. Berdasarkan analisis ekonomi, penggemukan sapi dengan ransum komplit berbahan baku sampah memberikan keuntungan sekitar 200% dibandingkan dengan cara tradisional.

Pengelolaan Limbah Organik


Kegiatan yang dilakukan makhluk hidup banyak menghasilkan limbah. Produksi limbah yang berlebihan dapat menimbulkan masalah bagi lingkungan. Berdasarkan komponen penyusunnya, limbah dibedakan menjadi dua jenis, yaitu limbah organik dan limbah anorganik.
Limbah organik ialah limbah yang dapat diuraikan oleh organisme detrivor karenaberasal dari bahan-bahan organik. Contoh limbah organik ialah limbah yang berasal dari tumbuhan dan hewan, misalnya kulit pisang, atau kotoran ayam.
Pengelolaan limbah organik yang berasal dari tumbuhan dapat dijadikan sebagai makanan ternak, kompos, dan di daur ulang sebagai bahan kerajinan.

1. Makanan Ternak

Di Indonesia, sampah organik seperti sayur-sayuran (contohnya wortel, kubis,kol, kentang, selada air, kangkung, dan sawi) ataupun buah-buahan (kulitpisang, kulit nenas, kulit jeruk) biasanya dimanfaatkan untuk makanan kelinci,kambing, ayam, atau itik. Hal ini sangat menguntungkan karena selain mengurangijumlah sampah, juga mengurangi biaya pakan untuk hewan ternak.
Sampah organik yang mudah rusak dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak. Namun,sampah organik ini harus dibersihkan dan dipilih terlebih dahulu sebelumdikonsumsi ternak.
Penanganan sampah organik terpisah dengan sampah anorganik. Jika sampah organik bercampur dengan sampah yang mengandung logam-logam berat, maka dapat terakumulasidi dalam tubuh ternak yang akan membahayakan manusia pengkonsumsi daging ternak tersebut.

2. Pengomposan(Composting)

Pengomposan merupakan upaya pengelolaan limbah dari tumbuh-tumbuhan denganmenggunakan prinsip penguraian bahan-bahan organik menjadi bahan-bahananorganik oleh aktivitas organisme. Proses pengomposan menghasilkan kompos yangdapat menyuburkan tanah. Organisme yang berperan dalam proses pengomposan ialahbakteri, cendawan, khamir, dan hewan seperti serangga, serta cacing.

Agar pertumbuhan organisme dalam pengomposan optimum maka diperlukan beberapakondisi yang sesuai, diantaranya ialah campuran nutrisi yang yang seimbang,suhu, kelembaban, udara, dan kandungan oksigen yang cukup. Unsur hara dalampupuk kompos lebih tahan lama jika dibandingkan dengan pupuk buatan.
Sistem pengomposan memilki beberapa keuntungan, diantaranya adalah:
  • Kompos merupakan jenis pupuk yang ekologis dan tidak merusak lingkungan.
  • Bahan yang dipakai tersedia.
  • Masyarakat dapat membuatnya sendiri (tidak memerlukan peralatan yang mahal).

3. Daur Ulang (Re-Cycle)

Masyarakat Indonesia secara tradisional memiliki kebiasaan melakukan daurulang, misalnya pemulungan sampah. Daur ulang merupakan salah satu cara untukmengolah sampah oragnik maupun an-oragnik menjadi benda-benda yang bermanfaat.Daur ulang mememiliki potensi yang besar untuk mengurangi timbunan, biayapengolahan, dan tempat pembuangan akhir sampah.

Manfaat dari daur ulang adalah berikut ini.
1. Menghindari pencemaran atau kerusakan lingkungan.
2. Melestarikan kehidupan makhluk hidup di suatu lingkungan.
3. Menjaga keseimbangan ekosisitem.
4. Mengolah sampah organik dan anorganik.
5. Mendapatkan produk hasil yang berguna.
6. Memperoleh tambahan penghasilan.

Daur ulang diperoleh setelah melalui tiga tahapan berikut ini:
  • Pemisahan bahan-bahan organik (sampah tumbuh-tumbuhan dan hewan) dan anorganik (seperti kaleng, tembaga, botol, dan plastik).
  • Penyimpanan bahan-bahan dari sampah tumbuhan dan hewan yang dapat dijadikan kompos dan pengolahan kaleng, plastik, dan botol bekas.
  • Pengiriman/penjualan kepada pemulung atau pun pabrik.
Salah satu contoh sampah yang dapat di daur ulang adalah sampah kertas. Sampahkertas berasal dari rumah tangga maupun industri, misalnya dari kegiatanadministrasi perkantoran, pembungkus makanan, dan media cetak. Sampah kertas dapat dimanfaatkan menjadi tempat surat, keranjang sampah, tas, tempat buku,rak kecil, dan lainnya yang memiliki nilai jual tinggi bila mendapat sentuhanteknologi dan seni.
Selain itu, bahan gelas yang pecah dapat di daur ulang menjadi botol kecap,botol sirup, piring dan gelas yang baru. Aluminium dapat didaur ulang menjadikaleng pengemas, sementara baja dijadikan bahan baku pembutan baja baru, dan plastik dimanfaatkan menjadi aneka produk seperti tas, botol minuman, wadahminyak pelumas, botol minuman, dan botol shampo.
Macam-macam limbah lainnya dapat dimanfaatkan secara langsung tanpa menunggudan melakukan proses daur ulang, seperti:
  • Ampas tahu, menjadi bahan makanan ternak (pakan ternak) yang menambah bobot tubuh hewan ternak secara langsung karena mengandung protein yang tinggi.
  • Enceng gondok, dapat diolah menjadi barang kerajinan seperti tas, sepatu, tempat kosmetik dan lainnya.
  • Sampah organik, seperti daun-daun dan kotoran ternak dijadikan pupuk hijau dan kompos.