Tampilkan postingan dengan label PERTANIAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PERTANIAN. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 November 2015

CARA PERBANYAKAN TANAMAN DENGAN SAMBUNG PUCUK SUPAYA CEPAT BERBUAH

Cara Sambung Pucuk Tanaman Supaya Cepat Berbuah

 Dalam hal ini kita akan menggunakan penyambungan pucuk prinsip V Atau istilah lainnya 
 penyambungan pucuk ujung :
  1. Sediakana alat dan bahan yang akan disambung misalnya : Alat : pisau yang tajau, tali rapia bahan : tanaman kantong dan pucuk asal.
  2. Silahkan potong pucuk tanaman yang dikantong plastik pada bagian yang lembutnya sehingga membentuk lengkungan huruf V dan begitu juga dengan pucuk asal dengan huruf V dengan ukuran 2-3 cm
  3. Silahkan tautkan yang telah dibuat seperti huruf v tadi keduanya.
  4. Ikat dengan baik pada bagian yang dipotong.
  5. Tunggu hingga 2 minggu kemudian buka tutup plastiknya dan biarkan terus menempel.
Untuk lebih jelasnya coba kawan lihat gambar dibawah ini!

Cara Sambung Pucuk Tanaman Supaya Cepat Berbuah

Cara kedua yaitu Penyambungan sisip satu mata tanaman atau istilah lainnya adalah sistem tempel mata kulit tumbuhan:
  1. Siapkan batang pohon yang bagus dan mata tunas pohon lainnya.
  2. Silahkan dikupas pada bagian batang dengan persegi misalnya 2x2 cm.
  3. Kupas dan bersihkan lendirnya.
  4. Silahkan tempelkan mata tunas yang telah disediakan ke pohon tersebut.
  5. Lalu diikat dengan tali rapia dengan rapi.
  6. Silahkana tunggu proses pertumbuhannya sekitar selama 2 hingga 3 minggu berikutnya.
Lihat juga gambar ini cara mengerjaknnya !

Cara Sambung Pucuk Tanaman Supaya Cepat Berbuah

Gimana kawan-kawan ? mudah bukan cara memperbanyak tanaman pohon dengan cara sistem tempel atau tunas dan sistem sambung pucuk atau enten bukan ?caranya sangat simpel dan sederhana sekali.

Dengan cara ini kita bisa membuat koleksi buah, misalnya pohon jeruk dengan berbagai macam jenisnya, atau menyambung pucuk dengan berbagai jenisnya dan tanaman-tanaman lainnya yang sejenis pula.

Tidak ada yang susah jika kita ingin mencari rezeki, ini saja kerja kita sudah bisa menghasilkan uang, yang hanya mengandalkan ilmu pertanian yang simpel dan sederhana ini.

Okelah kawan-kawanku semuanya, semoga dengan cara-cara memperbanyak tanaman diatas baik itu tanaman hias, atau tanaman-tanaman lainnya yang bisa dimanfaatkan untuk memperbanyak tanaman ini bisa memberikan manfaat selamanya.

PERBANYAKAN TANAMAN DENGAN CARA MENCANGKOK

Intro-cangkok1
Pencangkokan pada tanaman merupakan salah satu teknik pengembangbiakan vegetatif buatan. Pencangkokan biasanya sering digunakan pada tanaman berbuah.  Tujuan pencangkokan adalah memperbanyak tanaman agar turunan atau anakan yang dihasilkan memiliki sifat yang sama dengan induknya. Sangat berbeda jika pengembangbiakan dilakukan dengan teknik menanam biji. Hasil yang didapat biasanya tidak sama dengan kriteria yang dimiliki oleh induknya.
Beberapa keuntungan pencangkokan di antaranya sebagai berikut.
1.    Tanaman lebih cepat berbuah dibandingkan dengan tumbuhan hasil teknik menanam biji.
2.    Tanaman memiliki  karakter dan sifat yang sama dengan induknya.
3.    Lebih praktis dan mudah dilakukan.
4.    Tanaman asal cangkok bisa ditanam pada tanah yang letak air tanahnya tinggi atau  di  pematang  kolam  ikan.
Sebelum melakukan pencangkokan, perlu dperhatikan juga waktu yang tepat untuk melakukannya, yakni saat awal musim hujan dan pagi hari.  Hal ini dilakukan agar ketersediaan air dan kelembapan media cangkok terjaga. Selain itu, akan membantu proses fotosintesis secara optimal.
Alat-alat yang diperlukan untuk melakukan pencangkokan adalah tanaman induk, media cangkok (campuran tanah subur, pupuk kandang, kompos), pisau cangkok yang tajam, tali untuk mengikat media cangkok, pembungkus cangkok (serabut kelapa atau plastik transparan), zat pengatur tumbuhan (auksin atau sitokinin), dan tangga untuk membantu jika cabang tanaman tinggi.
Setelah semuanya siap, berikut tahapan-tahapan mencangkok tanaman
1.    Pilih cabang atau ranting yang sehat dan vigor. Pilih tajuk yang memiliki struktur tegak dan simetris untuk dicangkok.
Screen Shot 2014-06-25 at 11.33.01 AM
2.    Buat sayatan secara melingkar di ruas cabang atau ranting. Posisi sayatan minimum 10 cm dari pangkal cabang atau ranting. Panjang sayatan 3―5 cm tergantung pada diameter cabang atau ranting yang akan dicangkok.
Screen Shot 2014-06-25 at 11.33.14 AM
3.    Lepaskan kulit kayu yang telah disayat secara hati-hati agar tidak melukai jaringan kayu.
Screen Shot 2014-06-25 at 11.33.40 AM
4.    Setelah kulit kayu hilang, bersihkan lendir kambium hingga kering dengan cara mengeroknya menggunakan pisau yang bersih. Gunakan sisi pisau yang tidak tajam agar tidak melukai jaringan kayu.
Screen Shot 2014-06-25 at 11.33.59 AM
5.    Oleskan auksin atau kombinasi auksin dan sitokinin yang sudah dilarutkan dengan air di pangkal keratan bagian atas yang akan menjadi tempat tumbuhnya akar.
Screen Shot 2014-06-25 at 11.34.13 AM
6.    Tutup keratan dengan media cangkok yang sudah dibasahi terlebih dahulu agar media lembap.
Screen Shot 2014-06-25 at 11.34.28 AM
7.    Bungkus cangkokan dengan plastik, lalu ikat erat. Bidang cangkokan harus terbungkus seluruhnya oleh media cangkok dan kelembapan media harus tetap terjaga dengan baik hingga cangkokan berakar.
Screen Shot 2014-06-25 at 11.34.48 AM
Biasanya, media cangkok akan dipenuhi akar dalam waktu 2―3 bulan tergantung pada jenis tanaman yang dicangkok. Hal tersebut juga menandakan pencangkokan telah berhasil. Pisahkan hasil pencangkokan dengan hati-hati dari batang induk. Selanjutnya sudah siap di media pembesaran untuk ditanam.
Cukup mudah kan?

perbanyakan-tanaman
“Perbanyakan Tanaman” merupakan kumpulan teknik melestarikan tanaman unggul. Ragam cara mengembangbiakkan tanaman, seperti cangkok, setek, okulasi, sambung, dan biji dapat Anda temukan di buku ini. Ditulis oleh Endang Gunawan, SP. M.Si dengan bahasa dan gambar yang praktis dan mudah dimengerti.

PENGEMBANGAN TANAMAN DENGAN STEK PUCUK SANGAT MUDAH


http://bundaberkebun.blogspot.com















      Tak banyak yang mengenal metode perbanyakan tanaman dengan cara stek pucuk daun. Kalau stek ranting atau batang, pastinya sudah umum. Bunda Berkebun sendiri pun mengenal stek pucuk daun ini secara tak sengaja. Kisahnya bermula dari ingin memperbanyak tanaman Melati Malaysia yang berbunga harum.. Ternyata, yang saya bilang Melati Malaysia, masih satu kelompok dengan kacapiring, alias gardenia. Hanya berbeda genus. Dibanding kaca piring, Melati Malaysia ini bunganya lebih besar (lebih mirip mawar), dan lebih harummm.... Kisah mengenal stek pucuk daun ini bisa dibaca di sini.
Langsung aja, Bunda Berkebun akan berbagi pengalaman mengenai cara stek pucuk daun ini. Langkah-langkahnya Sebagai Berikut :

1.       Siapkan gunting tanaman untuk pemangkasan. Kalau tidak ada gunting, pisau yang tajam pun bisa.
http://bundaberkebun.blogspot.com/

2.       Cari daun tanaman yang ingin di stek pucuk daun. Pilih yang menghadap ke atas, dan di tengah ujung    
                daun terlihat ada bakal daun lagi mau tumbuh.

http://bundaberkebun.blogspot.com/

3.       Potong sekitar 3-5 cm dari ujung daun yang mau di stek.
http://bundaberkebun.blogspot.com/

4.       Bisa langsung di stek/ditanam di media yang telah disediakan. Namun agar tingkat keberhasilan stek 
                pucuk daun lebih besar, rendam sejenak (kurleb) 10-15 menit dalam rendaman air kulit bawang 
                merah. Atau bisa juga ujung stekan dioles dengan bubuk kayu manis.

http://bundaberkebun.blogspot.com/

5.       Tempatkan hasil stek pucuk daun di tempat yang sejuk, atau di bawah naungan yang tidak kena 
                 matahari langsung dan hujan. Sirami kalau perlu, terutama dengan air bekas cucian beras dan 
                 ikan/daging
http://bundaberkebun.blogspot.com/



6.       Bila telah muncul daun baru, tanda stek pucuk daunnya berhasil. Tunggu sampai muncul beberapa 
                 daun baru.  Baru kemudian siap dipindahkan

http://bundaberkebun.blogspot.com/

7.       Jangan takut bereksperimen stek pucuk daun dengan tanaman lainnya ya, dan hasilnya silakan disharing 
                 juga. Saya sedang berusaha menyetek tanaman jambu air dan durian dengan cara ini

Sabtu, 28 November 2015

CARA MENYEMAI BIJI TOMAT YANG BAIK DAN MUDAH UNTUK DICOBA

  1. PIlihlah tomat yang baik. Biji dari sebuah tomat biasanya akan menghasilkan buah yang hampir identik dengan buah asalnya. Jika Anda kebetulan mendapatkan tomat yang sangat lezat atau sangat segar dan ingin menanamnya nanti, potonglah dan simpanlah biji-bijinya.
    • Pastikan bahwa buah tomat yang Anda pilih berada dalam kondisi sehat; biji dari buah tomat yang tidak sehat akan menghasilkan buah yang sama tidak sehatnya.
    • Tunggu hingga buah tomat sudah matang benar sebelum Anda potong untuk disimpan.
  2. Plant Tomatoes from Seed Step 6
    2
    Belah buah tomat tersebut. Gunakan pisau yang tajam untuk membelah buah tomat menjadi dua sepanjang garis tengahnya (sejajar dengan batang buahnya). Lakukan dengan alas talenan atau mangkuk sehingga Anda dapat dengan mudah menampung biji-biji dan air buahnya, untuk disimpan.
  3. Plant Tomatoes from Seed Step 7
    3
    Keluarkan bagian dalamnya dengan sendok. Gunakan sendok untuk mengeluarkan seluruh biji, air buah, dan daging buah tomat. Letakkan semuanya dalam sebuah mangkuk kecil atau cangkir.
  4. Plant Tomatoes from Seed Step 8
    4
    Tambahkan air. Biji tomat harus melalui proses fermentasi terlebih dahulu sebelum dikeringkan, dan Anda dapat melakukannya dengan cara meletakkannya di bawah sinar matahari dalam kondisi terendam cairan. Tambahkan beberapa sendok makan air ke dalam wadah berisi biji dan daging buah tomat, dan tutuplah dengan plastik pembungkus. Buat beberapa lubang pada plastik agar ada sirkulasi udara.
  5. Plant Tomatoes from Seed Step 9
    5
    Letakkan di bawah sinar matahari. Saat ini biji-biji tersebut memerlukan waktu untuk fermentasi. Letakkan wadah tertutup tadi di tempat yang hangat, paling baik di tepi jendela yang mendapatkan banyak sinar matahari. Letakkan di situ selama dua atau tiga hari.
  6. Plant Tomatoes from Seed Step 10
    6
    Bilas biji-biji tersebut. Setelah beberapa hari, Anda akan melihat bahwa air dan daging buah telah membentuk endapan yang mengapung di atas air, dan biji-bijinya telah tenggelam ke dasar wadah. Saat ini sudah terjadi, buanglah endapan yang ada di bagian atas, lalu tuangkan biji-biji bersama air ke dalam saringan. Bilas dengan air hangat, dan pastikan semua biji benar-benar bersih.
  7. Plant Tomatoes from Seed Step 11
    7
    Keringkan biji-biji itu. Setelah dibilas, sedikit goncang-goncangkan saringan untuk sebisa mungin menghilangkan sisa air yang ada. Setelah itu taruh semua biji di atas baki yang telah dilapisi dengan saringan kopi atau kertas minyak. Letakkan di suatu tempat di mana baki tersebut tidak akan tersenggol atau terkena sinar matahari langsung, dengan suhu sekitar 21 derajat Celsius. Gunakan jari Anda untuk menggeser biji-biji tersebut sehari sekali, untuk mencegah mereka melekat satu sama lain atau lengket dengan kertas alasnya.
  8. Plant Tomatoes from Seed Step 12
    8
    Periksa biji-biji tomat itu. Ketika semua biji telah kering sepenuhnya saat disentuh dan tidak lengket satu sama lain, mereka sudah siap digunakan. Berhati-hatilah untuk tidak terlalu dini mengakhiri pengeringan, karena jika biji-biji itu masih lembab, mereka dapat terkena lumut, jamur dan bakteri yang dapat merusak.[3]
  9. Plant Tomatoes from Seed Step 13
    9
    Sterilkan biji-bijinya. Mensterilkan biji membantu untuk membunuh penyakit dan bakteri yang mungkin ikut berkembang biak, dan membantu tanaman Anda untuk tumbuh lebih kuat dan berbuah lebih banyak saat ditanam di luar rumah. Rendam biji-biji tersebut dalam campuran 1 sendok makan cuka apel dan 946 ml air selama 15 menit.
    • Anda dapat menggunakan biji dalam kemasan pak yang dijual di toko, yang jelas terbebas dari bakteri dan penyakit.
  10. Plant Tomatoes from Seed Step 14
    10
    Keringkan kembali biji-bijinya. Ikuti langkah-langkah pengeringan yang telah dijelaskan sebelumnya, dengan menyebarkan biji-biji tersebut di atas baki selama beberapa hari untuk memastikan mereka benar-benar kering. Pisahkan biji-biji yang saling melekat dan jaga agar tidak lengket dengan alasnya menggunakan jari tangan Anda.
  11. Plant Tomatoes from Seed Step 15
    11
    Simpan biji-biji tersebut. Setelah Anda selesai mengeringkannya, simpanlah biji-biji tersebut dalam amplop kertas sampai Anda akan menggunakannya. Jangan menyimpannya di dalam kantong atau wadah plastik, karena ia tidak memiliki ventilasi udara yang cukup dan cenderung menumbuhkan bakteri dan lumut pada biji-biji yang disimpan. [4]
    Iklan

Metode 3 dari 4: Mulai Menyemai Biji Di Dalam Ruangan

  1. Plant Tomatoes from Seed Step 16
    1
    Mulai menyiapkan bahan. Dapatkan baki tanam dari toko berkebun dan isilah dengan media tanam yang steril. Untuk hasil terbaik, gunakan media tanam yang menurut keterangannya dibuat khusus untuk mulai menyemai.
  2. Plant Tomatoes from Seed Step 17
    2
    Tanamlah bijinya. Buatlah baris-baris di media tanam untuk menaruh biji. Setiap biji harus ditanam berjarak 5 cm dari biji yang lain. Tutupilah setiap biji dengan sedikit tanah media tanam yang dibuat meruncing ke atas, setelah itu sirami dengan sedikit air.
    • Jika Anda berencana untuk menanam lebih dari satu jenis biji, tanamlah masing-masing jenis dalam satu baris yang sama, dan berilah tanda pada setiap barisnya. Begitu biji mulai berkecambah, akan sangat sulit untuk membedakan masing-masing jenisnya.
  3. Plant Tomatoes from Seed Step 18
    3
    Hangatkan biji-biji tersebut. Supaya dapat tersemai, biji membutuhkan sumber cahaya dan panas. Letakkan baki tanam pada jendela yang mendapat sinar matahari atau gunakan lampu pemanas/lampu fluoresen yang dipasang beberapa puluh sentimeter di atasnya. Setiap biji membutuhkan paling tidak 6-8 jam cahaya dan panas setiap hari untuk mulai berkecambah.
  4. Plant Tomatoes from Seed Step 19
    4
    Jaga pertumbuhan biji. Sirami baki tanam setiap hari, dan pastikan setiap biji memperoleh cahaya dan panas yang cukup. Taruhlah di tempat yang suhunya tidak akan turun hingga di bawah 21 derajat Celsius pada hari-hari yang paling dingin. Saat biji sudah berkecambah dan mulai membentuk daun sejati, ia sudah siap untuk dipindahkan. Biji-biji tersebut akan mulai memiliki calon daun pada usia satu minggu, tetapi mereka belum akan memiliki daun sejati hingga usia paling tidak satu bulan setelah berkecambah.
  5. Plant Tomatoes from Seed Step 20
    5
    Pindahkan biji-biji tersebut. Pindahkan dan masukkan setiap bibit tanaman ke wadah tersendiri yang memiliki ruang yang cukup untuk ia bertumbuh besar. Gunakan garpu kebun untuk menciduk tanah di bawah bibit tanaman, dan perlahan-lahan angkat dari baki tanam menggunakan ujung jari Anda.
  6. Plant Tomatoes from Seed Step 21
    6
    Tanam kembali bibit tanaman. Masukkan masing-masing bibit ke dalam wadah berukuran kira-kira satu liter yang berisi tanah. Bibit yang telah ditanam kembali masih membutuhkan sekitar 8 jam cahaya dan panas setiap harinya, di samping penyiraman yang teratur.
  7. Plant Tomatoes from Seed Step 22
    7
    Biasakan tanaman dengan kondisi luar ruangan. Dua bulan kemudian, bibit tomat Anda seharusnya sudah menginjak usia matang dan terlihat seperti tanaman dewasa, hanya saja berukuran kecil. Sebelum Anda dapat memindahkan tanaman ini ke kebun, mereka harus dibiasakan terlebih dahulu dengan kondisi cuaca di luar ruang. Mulailah dengan menaruhnya di luar rumah selama 2-3 jam saat matahari bersinar, kemudian bawa lagi ke dalam ruang. Teruskan proses ini dengan memberi lebih banyak waktu di luar setiap harinya, dan pada akhir minggu mereka sudah dapat ditaruh di luar rumah seharian.
  8. Plant Tomatoes from Seed Step 23
    8
    Persiapkan tanaman untuk ditanam di kebun. Saat tanaman tomat Anda sudah siap dipindahkan ke kebun, persiapkan terlebih dahulu kondisinya sebelum Anda menanamnya. Tanaman yang tingginya lebih dari 15 cm harus dipangkas. Gunakan gunting taman untuk memangkas cabang paling bawah di sekeliling tanaman. Jika tanaman Anda tingginya kurang dari 15 cm, maka ia siap ditanam tanpa perlu ada persiapan terlebih dahulu.[5]
    Iklan

Metode 4 dari 4: Menanam di Kebun

  1. Plant Tomatoes from Seed Step 24
    1
    Pilih tempat yang tepat. Menemukan lokasi yang tepat di kebun atau pekarangan Anda untuk menanam tomat adalah langkah penting dari seluruh proses menanam. Tomat adalah tanaman yang butuh banyak sinar matahari yaitu 6-8 jam dalam sehari. Jika memungkinkan, pilihlah lokasi yang memiliki drainase bagus, karena air yang menggenang akan membuat tanaman tomat Anda menghasilkan buah yang kurang kuat pertumbuhannya, sekaligus memiliki rasa yang kurang tegas.
  2. Plant Tomatoes from Seed Step 25
    2
    Persiapkan kondisi tanah. Ciptakan kondisi tanah terbaik untuk menumbuhkan tomat. Uji kadar keasaman (pH) tanah untuk menentukan apakah perlu menambahkan zat aditif ke tanah. Tanaman tomat memerlukan pH sebesar 6 hingga 6.8. Berikan kompos dan pupuk untuk menambah unsur hara tanah, juga pecahkan gumpalan tanah yang besar. Tanah untuk menanam tomat harus tercampur dengan baik dan tidak menggumpal hingga kedalaman 15-20 cm.
    • Jika Anda memang sudah merencanakan untuk menanam tomat jauh hari sebelumnya, beberapa bulan sebelum Anda mulai menanam, tambahkan kompos dan atur agar pH tanah sesuai. Ini akan memberikan waktu pada kompos dan bahan-bahan lainnya agar terserap dengan baik oleh tanah.
  3. Plant Tomatoes from Seed Step 26
    3
    Buat lubang untuk menanam. Beri jarak antar lubang yang sesuai dengan bagaimana Anda akan menangani tanaman tersebut nantinya. Jika Anda berencana untuk memberikan kurungan atau tiang pada tanaman tomat, beri jarak 60-90 cm antar lubangnya. Jika Anda ingin supaya tanaman tomat merambat dia atas tanah, beri jarak yang lebih lebar yaitu 1,2 meter antar lubangnya. Gali lubang dengan kedalaman 20 cm sehingga seluruh gumpalan akar dan pangkal tanaman dapat tertanam.
  4. Plant Tomatoes from Seed Step 27
    4
    Tambahkan unsur hara. Taburi dasar setiap lubang dengan satu sendok makan garam epsom untuk meningkatkan kadar magnesium, yang membantu pertumbuhan tanaman sehat. Pada tahap ini, Anda juga dapat menaburkan sedikit lebih banyak kompos.
  5. Plant Tomatoes from Seed Step 28
    5
    Tanamlah tomat Anda. Pindahkan masing-masing tanaman tomat dari wadahnya ke dalam lubang yang sudah Anda buat. Tekan wadahnya untuk melepaskan tanah dan gumpalan akarnya, lalu keluarkan tanaman pelan-pelan dengan meletakkannya secara terbalik di atas tangan Anda. Masukkan masing-masing tanaman ke dalam lubang di tanah, tekan dengan mantap agar tidak ada gelembung udara. Urug dengan tanah hingga sedikit di bawah barisan cabang pertama.
  6. Plant Tomatoes from Seed Step 29
    6
    Pasang kurungannya. Jika Anda berencana memasang kurungan pada tanaman tomat Anda, pasanglah sekarang. Buatlah kurungan dari anyaman besi yang biasa digunakan untuk membuat cor, atau dari bahan lain yang berbentuk kotak-kotak dan berjarak lebar. Jangan mengikat batang tanaman pada kurungan sebelum tanaman Anda berbunga.
  7. Plant Tomatoes from Seed Step 30
    7
    Sirami tanaman Anda. Jaga agar tanaman Anda tetap sehat dengan menyiraminya setiap hari, tetapi jangan sampai menggenang. Tanaman tomat yang menerima lebih dari satu atau dua sendok makan air setiap hari akan menghasilkan buah yang rasanya berair dan encer. Jika Anda tidak punya waktu untuk melakukannya sendiri secara rutin, pertimbangkan untuk memasang sistem penyiram atau penetes air untuk kebun Anda.[6]
  8. Plant Tomatoes from Seed Step 31
    8
    Rawatlah tanaman tomat Anda. Seiring pertumbuhan tanaman, jagalah agar mereka selalu sehat dengan cara memangkasnya secara berkala dan memanen buah yang dihasilkan. Gunakan gunting pangkas untuk memotong ranting kecil yang muncul dari percabangan ranting utama, juga ranting-ranting yang tersembunyi atau setiap saat tertutup oleh bayang-bayang.[7]
  9. Plant Tomatoes from Seed Step 32
    9
    Panenlah tomat Anda. Saat buah tomat mulai bermunculan, bersiaplah untuk memanen! Petik tomat saat ia sudah benar-benar matang setiap harinya. Meski demikian, tomat juga dapat dipetik lebih dini dan dibiarkan matang di dalam ruangan dengan bantuan sinar matahari jika Anda ingin mengantisipasi datangnya cuaca buruk atau Anda memiliki terlalu banyak buah untuk dipanen. Nikmati tomat Anda dalam kondisi segar. Anda juga dapat mengalengkan atau membekukannya dalam keadaan utuh agar dapat tetap dinikmati dan digunakan di masa mendatang

CARA MENGGEMBALIKAN KESUBURAN TANAH DENGAN BIAYA MURAH

69234_10151757482389896_2126221355_n
Bagi yang beranggapan berkebun pangan hanya soal menenteng sekop, membuat lubang, lalu menanam, tunggu dulu. Satu hal perlu dipastikan: kandungan nutrisi dalam tanah.
Mengikuti cara berkebun organik, menebarkan kompos atau mulsa ke permukaan tanah mungkin cukup untuk menambahkan nutrisi. Namun kesuksesan berkebun tergantung pada sehat atau tidaknya tanah dalam jangka panjang. Kondisi tanah yang lebih baik akan meningkatkan produktivitas serta kualitas tanaman.
Bagaimana membuat tanah kebun lebih baik untuk jangka panjang?

1. Lakukan Pelapisan (Layering)
72637_10151757544944896_1609531012_n

Tanah pada bedeng dapat diberi lapisan-lapisan lewat dua teknik: gali  (dig) atau tanpa gali (no dig). Pada teknik pertama, tanah digali secukupnya, kemudian diberi lapis demi lapis bahan-bahan organik serta tanah. Pada teknik tanpa gali, lapisan-lapisan bahan organik dan tanah cukup ditumpuk-tumpuk di atas permukaan tanah hingga ketinggian tertentu.
Layering bisa diartikan membuat kompos langsung pada tanah, sehingga ketika bahan-bahan organik terurai, nutrisi langsung diserap oleh tanaman. Banyak sekali bahan organik yang dapat dijadikan lapisan-lapisan penyubur tanah. Daun-daun hijau, daun-daun kering, jerami, batang tanaman, ranting tanaman, kertas biasa, kertas koran, kertas kardus, kulit buah, kulit kacang-kacangan, dan bahan-bahan yang cepat terurai lain bisa dimanfaatkan. Semakin kecil potongan-potongannya, semakin cepat bahan-bahan organik terurai oleh perubahan suhu dan mikroorganisme.

5884625831_1602250d1d_o

Teknik pelapisan bahan-bahan organik juga bermacam-macam. Ada yang asal mencampurkan, ada pula yang menatanya: letakkan ranting dulu, kemudian daun hijau, lalu daun kering atau kertas, lalu kotoran binatang, dan terakhir tanah sebelum diulang lagi dari daun hijau sampai ketinggian bedeng dirasa cukup. Ada juga teknik yang mengutamakan penggunaan batang dan ranting kayu — namanya hugelkultur — dengan tujuan agar tanah tetap basah oleh kelembaban yang diserap oleh kayu.

2. Tambahkan Kotoran Binatang

578401_10151304732221498_84040452_n

Untuk mempercepat proses penguraian bahan-bahan organik oleh suhu tinggi dan mikroorganisme, sekaligus untuk menambahkan unsur-unsur hara berkadar tinggi khususnya nitrogen, tambahkan kotoran binatang (manure) di permukaan tanah atau dalam proses layering. Utamakan kotoran dari binatang pemakan rumput seperti sapi, kambing, kuda, atau kelinci.
Untuk meminimalisir kontaminasi bibit-bibit penyakit, gunakan manure dari peternak rumahan atau peternakan kecil. Disarankan pula untuk menggunakan kotoran yang sudah dibiarkan selama tiga bulan (sudah dibiarkan di kandang selama tiga bulan; atau berada dalam kompos selama tiga bulan sebelum ditabur; atau beri jeda tiga bulan antara penaburan kotoran dan pemanenan tanaman khususnya yang diambil umbi atau daunnya).
Harap perhatikan agar manure yang sudah ditabur tidak mengalir atau meresap ke dalam aliran air bawah tanah, sumur, sungai, atau kolam, sebab nitrogen dalam kadar tinggi dapat merusak ekosistem air.

3. Sayangi Makhluk-Makhluk Mungil

p1060983

Tanah adalah rumah bagi makhluk-makluk kecil. Di dalam tanah yang sehat, milyaran organisme mikro — mulai dari yang kasat mata seperti cacing hingga yang tak kasat mata seperti bakteri — melakukan proses penguraian bahan-bahan organik agar menjadi nutrisi bagi tanaman. Mereka juga membuat rongga-rongga kecil sehingga udara bisa masuk ke tanah.
Dua poin sebelumnya, yakni melakukan pelapisan tanah serta pemberian kotoran binatang, termasuk cara untuk menyayangi dan mengembangbiakkan makhluk-makhluk mungil ini. Cara lainnya adalah dengan tidak menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya, entah itu pestisida, herbisida, maupun pupuk non-organik. Selain berbahaya bagi kesehatan manusia, bahan-bahan tidak alami tersebut juga dapat memusnahkan mikroorganisme bermanfaat yang sesungguhnya merupakan modal utama terjaganya kesuburan tanah.
Contoh lain adalah dengan tidak menginjak dan tidak menggemburkan tanah bedeng yang sudah jadi. Bayangkan, setelah bedengmu jadi dan makhluk-makhluk kecil tadi mulai beraktivitas untuk membuatnya subur, tiba-tiba mereka terinjak di bawah kakimu, atau tercerai-berai oleh cangkul. Nah, apalagi kalau yang digunakan adalah alat-alat berat seperti traktor. Untuk menjaga kesuburan tanah, seperti sudah disebutkan di atas, tambahkan saja bahan-bahan organik termasuk kotoran binatang ke permukaan bedeng, sehingga proses penggemburan tanah secara alami terus berlanjut, nutrisi bagi tanaman terus tersedia, dan makhluk-makhluk mungil yang kita sayangi hidup damai dalam rumahnya.

4. Pekerjakan Ayam

1344062833_297762028_15-JUAL-AYAM-BEKISAR-JAGO-KANDANG-

Kok ayam dipekerjakan?
Kalau mereka senang, kenapa tidak? Apabila ukuran kebun mencukupi, mengurung ayam di posisi yang berpindah-pindah dapat membantu meningkatkan kesuburan tanah. Hal ini tentunya tidak dilakukan di atas bedeng-bedeng yang sudah jadi.
Saat ayam dikurung, masukkan berbagai macam bahan organik bersama mereka. Ayam akan mengorek-ngorek dan mematuk-matuk bahan-bahan organik untuk mencari makan, sehingga rumput, daun, ranting, kertas, dll. langsung menjadi potongan-potongan yang lebih kecil di permukaan tanah. Ingat, semakin kecil potongan-potongan bahan organik, semakin cepat pula mereka diurai oleh mikroorganisme, apalagi dengan adanya kotoran ayam yang tercampur.
Tips tambahan: Mengurung ayam di bawah pohon buah berarti membiarkan mereka memakan larva-larva lalat buah yang hidup di dalam buah busuk yang berjatuhan.

5. Tebarkan Mulsa Organik

1475917_10151816622192916_1537815211_n

Mulsa (mulch) adalah apapun yang menutupi permukaan tanah dengan tujuan menjaga kelembaban tanah, menghalangi sinar matahari agar rumput tidak tumbuh, serta menyediakan nutrisi tambahan.
Bahan-bahan non-organik seperti batu atau plastik bisa digunakan, tapi tujuan memberi nutrisi tambahan tidak akan tercapai. Maka dari itu, disarankan untuk menggunakan bahan-bahan organik seperti potongan rumput, jerami, kulit-kulit buah atau kacang, kertas, dll. sebagai mulsa. Lama-kelamaan, mulsa akan terurai dan turut memberi nutrisi bagi tanaman. Setelah beberapa bulan, jangan lupa tambahkan lapisan mulsa baru.

6. Tanam Mulsa Hidup
Tahu tanaman semanggi?

white-clover-invading-ajuga

Semanggi termasuk tanaman penutup permukaan tanah, sekaligus dapat mengikat nitrogen pada akarnya. Karena cepat berkembang biak, semakin lebar permukaan tanah yang ditutupi semanggi, semakin terjaga pula kelembabannya. Tak hanya itu, tiap kali daunnya rontok, ada dua manfaat yang timbul. Pertama, daunnya yang membusuk menjadi kompos, dan ada nitrogen pada akarnya yang akan terlepas ke dalam tanah untuk diserap tanaman lain.
Semanggi, kacang-kacangan, dan polong-polongan dapat memberikan tiga manfaat tersebut. Akan tetapi, tidak semua tanaman menyukai nitrogen dalam kadar tinggi, misalnya cabai, tomat, dan terong. Untuk tanaman-tanaman seperti ini, coba manfaatkan tanaman lain untuk menutupi dan menjaga kelembaban tanah, misalnya krokot, mint, atau ubi jalar.
Silakan kunjungi link ini untuk mencari tahu tanaman-tanaman apa saja yang cocok ditanam berdampingan, kemudian lakukan eksperimen mulsa hidupmu sendiri.

7. Manfaatkan Rumput

66120_10151757561139896_2081080877_n

Banyak pencinta tanaman yang benci dengan rumput, dengan alasan mereka mengganggu pertumbuhan tanaman lain. Menggunakan bahan kimia pembunuh rumput bukan solusi yang tepat. Cara paling baik untuk mencegah pertumbuhan rumput adalah dengan mulsa.
Akan tetapi, bukan berarti rumput tidak bermanfaat sama sekali. Beberapa rumput memiliki sistem akar yang sangat panjang sehingga mampu menghunjam ratusan sentimeter ke dalam tanah. Tanaman-tanaman yang memiliki kemampuan ini dapat menyerap beragam mineral yang berasal dari lapisan bebatuan bumi. Mineral-mineral ini kemudian disimpan di daun. Potong rumput-rumput tersebut, jadikan kompos atau mulsa, maka mineral-mineral tadi pada akhirnya akan diserap oleh tanaman-tanaman pangan di kebunmu.

8. Tumpang Sari dan Rotasi

547678_10151439149593462_492763049_n

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, ada beragam tanaman yang ketika ditanam berdampingan dapat saling membantu. Kecocokan ini dapat terjadi pada tingkat terkecil — tingkat molekuler. Bayangkan satu tumbuhan menyerap nutrisi dari tanah atau udara, kemudian ia bersedekah dengan membagi-bagikannya kepada tetumbuhan lain. Hal ini bisa terjadi ketika tanaman tersebut masih hidup atau ketika daun, akar, ranting, atau keseluruhan tumbuhan tersebut rontok dan membusuk atau mati. Interaksi seperti ini termasuk dalam kategori tumpang sari: ada saripati kehidupan yang ditumpangkan oleh satu tanaman ke tanaman lain.
kemudian lakukan eksperimen tumpang sarimu sendiri.
Sistem rotasi kebun juga dapat menjaga kandungan nutrisi dalam tanah. Bayangkan satu bedeng ditanami cabe, tomat, dan bawang, dan satu bedeng lain ditanami kacang-kacangan dan sawi. Bedeng pertama menyerap banyak nitrogen namun tidak memiliki tanaman yang dapat mengembalikan unsur tersebut ke tanah. Bedeng kedua memiliki kacang-kacangan yang menjaga keberadaan kandungan nitrogen. Ketika musim berganti dan bedeng harus ditanami kembali, mengubah letak cabe, tomat, dan bawang ke bedeng kedua, kemudian kacang-kacangan dan sawi ke bedeng pertama akan menjaga/memperbaiki kandungan nitrogen di kedua bedeng.

300305_10151304733286498_270882496_n