Tampilkan postingan dengan label DESA KITA KAYA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DESA KITA KAYA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 November 2015

CARA MELIHAT PELUANG USAHA PERTANIAN DISEKITAR KITA

 Selamat datang pengunjung setia dari blog ini, pada kesempatan kali ini penulis akan membagikan sebuah referensi usaha yakni tips mencari usaha yang potensial di sekitar kita. Bagaimana sih mencari usaha yang potensial itu? berikut ini kami telah mengulas beberapa hal yang bisa di lakukan untuk mendapatkan usaha yang tepat dan potensial.

Namun sebelumnya kita harus mempelajari apa alasan sebenarnya kita memulai usaha, dan apa sebenarnya tujuan kita. Setiap individu pasti memiliki jawaban yang berbeda, namun pada kebanyakan, salah satu alasan orang memulai usaha adalah untuk memperoleh keuntungan berupa uang yang mana uang tersebut dapat di gunakan sebagai biaya hidup sehari-hari baik bagi yang sudah berkeluarga ataupun yang masih lajang.
Tips Mencari Peluang Usaha Potensial Di Sekitar Kita

Saat ini dalam memulai suatu usaha memang di perlukan persiapan yang matang, tidak hanya dari segi modal berupa uang, namun juga dari segi mental dan kemauan kita. Percuma saja memiliki banyak modal namun tidak memiliki kemauan. Bahkan sebaliknya, memiliki mental dan kemauan lebih berarti dari pada memiliki modal yang banyak, karena dengan kemauan, orang tersebut akan bekerja dengan sungguh-sungguh.

Selain itu kita juga memulai suatu usaha atau bisnis dengan cara melihat atau melakukan survei kecil-kecilan di sekitar tempat kita menetap. Karena usaha yang potensial itu pasti ada saja di sekitar tempat tinggal kita, hanya saja terkadang kita tidak mengetahuinya. Berikut ini tips mencari usaha potensial di sekitar kita, yang mana tips d bawah ini mungkin bisa menjadi bahan atau sumber informasi bagi anda yang ingin memulai suatu usaha dengan lingkup sekitar tempat tinggal.

Tips Mencari Peluang Usaha Potensial Di Sekitar Kita


1. Carilah Usaha Yang Paling Berpotensi Menghasilkan

Tujuan utama memulai usaha adalah penghasilan dan salah satu hal yang bisa mempengaruhi penghasilan kita adalah potensi dari usaha itu sendiri. Semakin baik potensinya maka semakin besar pula kesemapatan kita untuk memperoleh penghasilan. Untuk mencari usaha yang potensial sebenarnya bukanlah hal yang sulit, hanya saja kita harus terjun langsung ke lapangan dan melihat apa yang kiranya di butuhkan oleh masyarakat.

Sebagai contoh anda tinggal di lingkungan perumahan yang dekat dengan suatu lembaga pendidikan, misalnya saja universitas. Melihat hal tersebut, usaha yang paling potensial untuk di jalankan adalah usaha yang masih ada kaitannya dengan warga perumahan dan mahasiswa, contohnya seperti usaha warnet, usaha konter pulsa dan juga usaha laundry.

2. Amati Apa Yang Paling di Butuhkan

Kita harus mengamati keadaan di sekitar tempat kita tinggal, terutama mengenai benda, barang atau jasa yang paling di butuhkan. Karena sesuatu yang paling di butuhkan itu pasti dicari semua orang. Sebagai contoh makanan, makanan ini jelas di butuhkan oleh siapa saja. Apabila di sekitar tempat anda tinggal memiliki tingkat konsumsi yang tinggi terhadap makanan, maka tidak ada salahnya apabila anda memulai usaha bidang makanan/kuliner

3. Manfaatkan Usaha Yang Telah Ada

Memanfaatkan usaha di sekitar juga tidak ada salahnya. Dengan begitu anda tidak repot-repot lagi memulai usaha secara mandiri. Hanya saja anda perlu menawarkan kerjasama kepada orang tersebut, karena tidak semua usaha yang ada mau di ajak bekerjasama. Kerjasama sendiri memiliki artian yang sangat luas, anda bisa bekerjasama misalnya saja sebagai penyuplai barang. Atau anda juga bisa bekerjasama sebagai penjual atau yang bertugas memasarkan produk olahan dari usaha tersebut.

4. Jangan Terlalu Memikirkan Modal

Memang benar modal menjadi salah satu pondasi dalam memulai usaha, namun apabila anda terlalu memikirkan modal awal, mungkin rencana usaha yang sudah anda buat tidak jadi terlaksana dan hanya menjadi angan-angan belaka. Sebaiknya mulailah usaha yang sesuai dengan kemampuan modal anda. Apabila memiliki modal yang kecil, tidak ada salahnya apabila mengajukan kerjasama seperti yang sudah saya jelasnya pada poin 3 di atas.

MENYEDIAKAN TANAMAN OBAT DI HALAMAN RUMAH SANGAT MENGUNTUNGKAN

Di Indonesia, pemanfaatan tanaman sebagai obat-obatan juga telah berlangsung ribuan tahun yang lalu. Pada pertengahan abad ke XVII seorang botanikus bernama Jacobus Rontius (1592 – 1631) mengumumkan khasiat tumbuh-tumbuhan dalam bukunya De Indiae Untriusquere Naturali et Medica. Meskipun hanya 60 jenis tumbuh-tumbuhan yang diteliti, tetapi buku ini merupakan dasar dari penelitian tumbuh-tumbuhan obat oleh N.A. van Rheede tot Draakestein (1637 – 1691) dalam bukunya Hortus Indicus Malabaricus. Pada tahun 1888 didirikan Chemis Pharmacologisch Laboratoriumsebagai bagian dari Kebun Raya Bogor dengan tujuan menyelidiki bahan-bahan atau zat-zat yang terdapat dalam tumbuh-tumbuhan yang dapat digunakan untuk obat-obatan. Selanjutnya penelitian dan publikasi mengenai khasiat tanaman obat-obatan semakin berkembang.

Pemanfaatan Tanaman Obat (TOGA)

Pada bagian tanaman seperti yang tercantum di bawah ini dapat dimanfaatkan sebagai obat. Bagian tanaman terdiri dari bagian daun, kulit batang, buah, biji, bahkan pada bagian akarnya.

Daun

No.Nama TanamanKhasiat dan Manfaat
1.
Daun dewa (Gynura Segetum)Mengobati muntah darah dan payudara bengkak
2.
SeledriMengobati tekanan darah tinggi
3.
BelimbingMengobati tekanan darah tinggi
4.
KelorMengobati panas dalam dan demam
5.
Daun bayam duriMengobati kurang darah
6.
KangkungMengobati insomnia
7.
Saga (Abrus precatorius)Mengobati batuk dan sariawan
8.
Pacar cina (Aglaiae ordorota Lour)Mengobati penyakit gonorrhoe (penyakit kelamin)
9.
Landep (Barleriae prionitis L.)Mengobati rematik
10.
Miana (Coleus atropurpureus Bentham)Mengobati wasir
11.
Pepaya (Carica papaya L.)Mengobati demam dan disentri
12.
Jintan (Trachyspermum roxburghianum syn.Carum roxburghianum)Mengobati batuk, mules, dan sariawan
13.
Pegagan (Cantella asiatica Urban)Mengobati sariawan dan bersifat astringensia (mampu membasmi bakteri)
14.
Blustru (Luffa cylindrice Roem)Bersifat diuretik (peluruh air seni)
15.
Kemuning (Murrayae paniculata Jack)Mengobati penyakit gonorrhoe
16.
Murbei (Morus indica Rumph)Bersifat diuretik
17.
Kumis kucing (Orthosiphon stamineus Benth)Bersifat diuretik
18.
Sirih (Chavica betle L.)Mengobati batuk, antiseptika (membunuh mikroorganisme berbahaya), dan obat kumur
19.
Randu (Ceiba pentandra Gaerth)Sebagai obat mencret dan kumur
20.
Salam (Eugenia polyantha Wight)Bersifat astringensia
21.
Jambu biji (Psidium guajava L.)Mengobati mencret
22.
Sukun (Arthocarpus communis)Mengobati ginjal, jantung, liver, sakit gigi,pencernaan, menurunkan kolesterol, asam urat[butuh rujukan]

Batang

No.Nama TanamanKhasiat dan Manfaat
1.
Kayu manis (Cinnamomum burmanii)Mengobati penyakit batuk dan sesak napas, nyeri lambung, perut kembung,diare, rematik, dan menghangatkan lambung
2.
Dadap ayam (Erythrina varigata Linn.Var.orientalis)Mengobati asma
3.
Pulasari (Alyxia stellata Roem)Obat perut kembung
4.
Brotawali (Tonospora rumphii Boerl)Mengobati demam, sakit kuning, obat cacingan, kudis, dan diabetes
5.
Kemukus (Piper cubeba L.)Obat radang selaput lendir saluran kemih
6.
Jeruk nipis (Citrus aurantifolia)Sebagai antiseptik, sehingga dapat dipakai sebagai obat kumur
7.
Delima (Punice granatum L.)Sebagai anti cacing pita (obat antelmentika)

Buah

No.Nama TanamanKhasiat dan Manfaat
1.
Jeruk nipis (Citrus aurantifolia)Mengobati penyakit demam, batuk kronis, kurang darah, menghentikan kebiasaan merokok, menghilangkan bau badan, menyegarkan tubuh, dan memperlancar buang air kecil
2.
Cabai merah (Capsicum annuum L.)Obat gosok untuk penyakit rematik dan masuk angin
3.
Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi)Mengobati penyakit batuk, melegakan napas, dan mencairkan dahak
4.
Mengkudu (Morinda citrifolia)Mengobati penyakit radang usus, susah buang air kecil, batuk, amandel, difetri,lever, sariawan, tekanan darah tinggi, dan sembelit
5.
Kemukus (Piper cubeba L.)Obat radang selaput lendir saluran kemih
6.
Kapulaga (Elettaria cardamomum Maton) dan ketumbar (Coriandrum sativum L.)Obat antikembung

Biji

No.Nama TanamanKhasiat dan Manfaat
1.
Kecubung (Datura metel)Mengobati penyakit asma, bisul, dan anus turun
2.
Kapur barus(Dryobalanops aromatica Gaertn.)Mengobati gangguan pencernaan
3.
Pinang (Areca catecha L.)Tepung biji pinang berkhasiat sebagai obat antelmentika, terutama terhadap cacing pita
4.
Kedawung (Parkia biglobosa Bentham)Sebagai bahan obat sakit perut, mulas, diare, dan bersifat astringensia
5.
Pala (Myristica)Mengatasi perut kembung, sebagai stimulansia setempat terhadap saluran pencernaan, bahan obat pembius, menyebabkan rasa kantuk, dan memperlambat pernapasan
6.
Jamblang (Eugenia cumini Merr)Sebagai bahan obat untuk menyembuhkan penyakit kencing manis (diabetes)

Akar

No.Nama TanamanKhasiat dan Manfaat
1.
Pepaya (Carica papaya L.)Obat cacing
2.
Aren (Arenga pinnata Merril)Obat diuretik
3.
Pule pandak (Rauwolfia serpentina Benth)Obat antihipertensi dan gangguan neuropsikhiatrik, seperti tekanan darah tinggi

Umbi atau rimpang

No.Nama TanamanKhasiat dan Manfaat
1.
Bangle (Zingiber purpureum Roxb.)Mengobati sakit kepala, susah buang air besar, nyeri pada perut, sakit kuning, perut kembung, dan melangsingkan tubuh
2.
Jahe (Zingiber officinale Rosc.)Menghangatkan badan, mengobati sakit pinggang, asma, muntah, dan nyeri otot
3.
Kencur (Kaempferia galanga L.)Mengobati sakit kepala, obat batuk, melancarkan keringat, dan mengeluarkan dahak
4.
Kunyit (Curcuma domestica Val.)Mengobati diare, masuk angin, hepatitis, dan kejang-kejang
5.
Lempuyang (Zingiber zerumbet)Obat pelangsing, penambah nafsu makan, disentri, dan diare
6.
Lengkuas (Languas galanga L.Stunzt)Mengobati panu, serta bersifat antifungi dan anti bakteri
7.
Temu giring (Curcuma heynaena Val.)Obat anti cacing, sakit perut, dan melangsingkan tubuh
8.
Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.)Mengatasi sembelit, memperbanyak ASI, dan memperkuat sekresi empedu, asam urat, kolesterol, kadar gula darah, maag, mencret
9.
Temu hitam (Curcuma aeroginosa Roxb.)obat anti cacing, mencegah kelesuan, dan memperlancar peredaran darah
10.
Alang-alang (Imperata cylindrica Beav.)Obat untuk memperlancar air seni (diuretik
Gambar Berbagai Jenis Tanaman Obat Tradisional

Faktor peningkatan penggunaan tanaman obat

Kecenderungan meningkatnya penggunaan obat tradisional didasari oleh beberapa faktor, yaitu:
  1. Pada umumnya, harga obat–obatan buatan pabrik yang sangat mahal, sehingga masyarakat mencari alternatif pengobatan yang lebih murah.
  2. Efek samping yang ditimbulkan oleh obat tradisional sangat kecil dibandingkan dengan obat buatan pabrik.

PEMANFATAAN PEKARANGAN SEBAGAI LUMBUNG PANGAN KELUARGA


1. PENDAHULUAN.

Lumbung pangan dapat merupakan sejenis bangunan yang digunakan menyimpan bahan pokok. Pembangunan lumbung pangan akan disesuaikan dengan karakter wilayah itu, tidak harus menyimpan beras.
Memasuki bulan Juli, di sejumlah daerah sentra produksi pertanian seringkali mengalami kekeringan
Petani yang menanam padi pada musim tanam gadu (musim kedua) mulai ketar-ketir Pasokan air yang kurang di masa fase vegetatif akan membuat pertumbuhan padi terganggu yang pada gilirannya akan memperburuk hasil panen. Untuk menghindari risiko itu, petani bisa serta-merta diminta mengganti tanaman padi dengan tanaman palawija yang tidak memerlukan banyak air. Jenis tanaman itu mudah rusak, harganya fluktuatif, dan relatif tak ada jaminan. Pada gilirannya, kekeringan akan menurunkan hasil panen, bahkan membuat panen puso, dan akan mengancam target produksi tanaman.
Berbagai dampak merugikan akibat kekeringan itu menyadarkan kita bila negara ini belum memiliki sistem ketahanan pangan (food security) yang bisa diandalkan, Tidak bisa dimungkiri, lumbung desa telah lama dikenal sebagai institusi cadangan pangan di pedesaan dan sebagai penolong petani di masa paceklik. Dengan fungsi konvensionalnya, lumbung desa telah membantu meningkatkan ketahanan pangan masyarakat dalam skala kecil. Sayangnya, sepanjang periode orde baru, akibat kebijakan pangan (beras) murah, terjangkau semua orang dan tersedia setiap saat, institusi yang sebetulnya hidup dan dipelihara turun-temurun itu lenyap ditelan waktu.
Untuk mengembangkan lumbung pangan modern, yang penting bukan cuma institusi fisik, tapi juga soal manajemennya. Intinya, pengelolaan lumbung pangan modern menyangkut tiga hal penting, yaitu pengelolaan risiko, bursa komoditas, dan prinsip saling kepercayaan. Lumbung pangan itu bukan hanya untuk mengelola komoditas yang punya daya simpan panjang seperti beras dan kopi atau biji-bijian, tapi juga komoditas yang mudah dan cepat busuk seperti sayur-sayuran dan buah-buahan.

2. PEKARANGAN, LUMBUNG PANGAN KELUARGA

Pekarangan adalah sebidang tanah di sekitar rumah yang mudah di usahakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemenuhan gizi mikro melalui perbaikan menu keluarga. Pekarangan sering juga disebut sebagai lumbung hidup, warung hidup atau apotik hidup. Dalam kondisi tertentu, pekarangan dapat memanfaatkan kebun/rawa di sekitar rumah.
Pemanfaatan Pekarangan adalah pekarangan yang dikelola melalui pendekatan terpadu berbagai jenis tanaman, ternak dan ikan, sehingga akan menjamin ketersediaan bahan pangan yang beranekaragam secara terus menerus, guna pemenuhan gizi keluarga.
Pekarangan adalah sebidang tanah yang terletak di sekitar rumah dan umumnya berpagar keliling. Di atas lahan pekarangan tumbuh berbagai ragam tanaman. Bentuk dan pola tanaman pekarangan tidak dapat disamakan, bergantung pada luas tanah, tinggi tempat, iklim, jarak dari kota, jenis tanaman. Pada lahan pekarangan tersebut biasanya dipelihara ikan dalam kolom , dan hewan piaraaan seperti ayam, itik, kambing, domba, kelinci, sapi dan kerbau. Keragaman tumbuhan dan bintang piaraan inilah yang menciptakan pelestarian lingkungan hidup pada pekarangan.
Lahan pekarangan beserta isinya merupakan satu kesatuan kehidupan yang saling menguntungkan. Sebagian dari tanaman dimanfaatkan untuk pakan ternak, dan sebagian lagi untuk manusia, sedangkan kotoran ternak digunakan sebagai pupuk kandang untuk menyuburkan tanah pekarnagn. Dengan demikian, hubungan antara tanah. tanaman, hewan piaraan, ikan dan manusia sebagai unit-unit di pekaranagn merupakan satu kesatuan terpadu

3. Fungsi Ekosistem Pekarangan sebagai berikut :

1.   Fungsi Lumbung Hidup
Untuk menghadapi musim paceklik, pekarangan biasanya dapat membantu penghuninya menyediakan sumber pangan yang hidup (lumbung hidup) seperti : tanaman palawija, tanaman pangan dan hortikultura, hasil binatang peliharaan, dan ikan
2.   Fungsi Warung Hidup
Pekarangan menyediakan berbagai jenis tanaman dan binatang peliharaan yang setiap saat siap dijual untuk kebutuhan keluarga pemiliknya.
3.   Fungsi Apotik Hidup
Pekarangan menyediakan berbagai jenis tanaman obat-obatan, misalnya sembung, jeruk nipis, kunir, kencur, jahe, kapulaga dan sebagainya. Tanaman tersebut dapat digunakan untuk obat-obatan tradisional yang tidak kalah khasiatnya dengan obat-obatan yang diproduksi secara kimiawi.
4.   Fungsi Sosial
Lahan pekarangan yang letaknya berbatasan dengan tetangga biasanya digunakan untuk ngumpul-ngumpul hajatan, tempat bermain, berdiskusi, dan kegiatan social lainnya. Hasil pekarangan biasanya saling ditukarkan dengan hasil pekarangan tetangga untuk menjalin keeratan hubungan social.
5.   Fungsi Sumber Benih dan Bibit.
Pekarangan yang ditamani berbagai jenis tanaman dan untuk memelihara ternak atau ikan mampu menyediakan benih atapun bibit baik berupa biji-bijian, stek, cangkok, okulasi maupun bibit ternak dan benih ikan.
6.   Fungsi Pemberian Keasrian
Pekarangan yang berisi berbagai jenis tanaman, baik tanaman merambat, tanaman perdu maupun tanaman tinggi dan besar, dapat menciptakan suasana asri dan sejuk.
7.   Fungsi Pemberi Keindahan
Pekarangan yang ditanami dengan berbagai jenis tanaman bunga-bungaan dan pagar hidup yang ditata rapi akan memberi keindahan dan keteangan bagi penghuninya.


4.    FUNGSI  PEKARANGAN

4.1.        Fungsi Hubungan SOSIAL BUDAYA

Ditinjau dari segi sosial budaya, dewasa ini nampak ada kecenderungan bawa pekarangan dipandang tidak lebih jauh dari fungsi estetikanya saja. Pandangan seperti ini nampak pada beberapa anggota masyarakat pedesaan yang elah “maju”, terlebih pada masyarakat perkotaan. Yaitu, dengan memenuhi pekarangannya dengan tanaman hias dengan dikelilingi tembok atau pagar besi dengan gaya arsitektur “modern”.
Namun, bagi masyarakat pedesaan yang masih “murni”, justru masih banyak didapati pekarangan yang tidak berpagar sama sekali. Kalaupun berpagar, selalu ada bagian yang masih terbka atau diberi pinu yang mudah dibuka oleh siapapun dengan maksud untuk tetap memberi kelelu`saan bagi masyarakat umum untuk keluar masuk pekarangannya.
Nampaknya, bagi masyarakat desa, pekarangan juga mempunyai fungsi sebagai jalan umum (lurung) antar tetangga, atar kampung, antar dkuh, ahkan antar desa satu dengan yang lainnya. Di samping itu, pada setiap pekarangan terdapat”pelataran” (Jawa) yang dapat dipergunakan sebagai tempat bemain anak-anak sekampung. Adanya kolam tempat mandi atau sumur di dalam pekarangan, juga dapat  dipergunakan oleh orang-orang sekampung dengan bebas bahkan sekaligus merupakan tempat pertemuan mereka sebagai sarana komunikasi masa.
Bagi masyarakat desa, pekarangan bukanlah milik pribadi yang ”eksklusif”, melainkan juga mempunai fungsi sosial budaya di mana anggota masyarakat (termasuk anak-anak) dapat bebas mempergunakannya untuk keperluan-keperluan yang bersifat sosial kebudayaan pula.

4.2 Fungsi Hubungan EKONOMI

Selain fungsi hubungan sosial budaya, pekarangan juga memiliki fungsi hubungan ekonomi yang tidak kecil artinya bagi masyarakat yang hidup di pedesaan. Sedikitnya ada empat fungsi pokok yang dipunyai pekarangan, yaitu: sebagai sumber bahan makanan, sebagai penhasil tanaman perdagangan, sebagai penghasl tanaman rempah-rempah atau obat-obatan, dan juga sumber bebagai macam kayu-kayuan (untuk kayu nakar, bahan bangunan, maupun bahan kerajinan).

4.3 Fungsi Hubungan BIOFISIKA

Pada pandangan pertama, bagi orang “kota” yang baru pertama kali turun masuk desa, akan nampak olehnya sistem pekarangan yang ditanami secara acak-acakan dengan segala macam jenis tanaman dan sering pula menimbukan kesan “menjijikkan” karena adanya kotoran hewan ternak di sana sini. Keadaan seperti ini adalah merupakan manifestasi kemanunggalan manusia dengan lingkungannya sebagaimana yang telah diajarkan nenek moyangnya.
Dalam teori kebatinan Jawa, disebutkan bahwa sesuatu yang ada dan yang hidup pada pokoknya satu dan tunggal. Bahkan, justru pola pengusahaan pekarangan seperti itulah ternyata, yang secara alamiah diakui sebagai persyaratan demi berlangsungnya proses daur ulang (recycling) secara natural (alami) yang paling efektif dan efisien, sehingga pada kehidupan masyarakat desa tidak mengenal zat buangan. Apa yang menjadi zat buangan dari suatu proses, merupakan sumberdaya yang dipergunakan dalam proses berikutnya yang lain. Sebagai contoh, segala macam sampah dan kotoran ternak dikumpulkan menjadi kompos untuk pupuk tanaman. Sisa dapur, sisa-sisa makanan, kotoran manusia dan ternak dibuang ke kolam untuk dimakan ikan. Ikan dan hasil tanaman (daun, bunga, atau buahnya) dimakan manusia, kotoran manusia dan sampah dibuang ke kolam atau untuk kompos, demikian seterusnya tanpa berhenti dan berulang-ulang.
Dengan demikian kalaupun dalam proses kemajuan peradaban manusia ada sesuatu yang perlu diperbaki seperti: pembuatan jamban Keluarga di atas kolam, sistem daur ulang yang tidak baik dan efisiensi harus tetap terjaga kelangsungannya.

5.    KEGIATAN PEMANFAATAN PEKARANGAN
Pekarangan sebagian besar hanya dimanfaatkan sebagai penunjang konsumsi sehari-hari serta belum banyak mempehatikan aspek keragaman dan budidaya. Untuk mensinergikan antara potensi pekarangan yang ada dengan permasalahan pangan dan gizi yang terjadi, maka fungsi pemanfaatan pekarangan perlu ditingkatkan lagi, baik dipedesaan maupun di perkotaan.
Lahan pekarangan yang dikelola secara optimal dapat memberikan manfaat bagi rumah tangga dan keluarga yang mengelolanya. Lahan pekarangan yang dikelola dengan baik dapat memberikan manfaat antara lain adanya peningkatan gizi keluarga, tambahan pendapatan keluarga, lingkungan rumah asri, teratur, indah dan nyaman.


Tujuan dari pemanfaatan pekarangan adalah :
1.    Memenuhi kebutuhan gizi mikro keluarga secara berkesinambungan melalui pemanfaatan pekarangan.
2.    Meningkatkan ketrampilan keluarga tani-nelayan dalam budidaya tanaman, ternak dan ikan serta pengolahannya dengan teknologi tepat guna.
3.    Meningkatkan pendapatan keluarga tani-nelayan mellui kerjasama pemanfaatan pekarangan dengan berkelompok dalam skal usaha ekonomi.

Pemanfaatan pekarangan dilakukan untuk mewujudkan ketahanan pangan ditingkat rumah tangga dan tercapainya penurunan kemiskinan melalui pemberdayaan keluarga. Ditinjau dari potensi sumberdaya wilayah, sumberdaya alam Indonesia memiliki potensi ketersediaan pangan yang beragam dari satu wilayah ke wilayah lainnya, baik sebagai sumber karbohidrat maupun protein, vitamin dan mineral, yang berasal dari kelompok padi-padian, umbi-umbian, pangan hewani, kacang-kacangan, sayur dan buah serta biji berminyak. 
Lahan pekarangan sudah lama dikenal dan memiliki fungsi multiguna. Fungsi pekarangan adalah untuk menghasilkan : (1) bahan makan sebagai tambahan hasil dari lahan sawah dan tegalan; (2) sayuran dan buah-buahan;  (3) unggas, ternak kecil dan ikan; (4) rempah, bumbu-bumbu dan wangi-wangian; (5) bahan kerajinan tangan; dan (7) uang tunai.